Apabila dakwah berkata kata pada kita


Akhi, Sepatutnya engkau mencintai ku seperti bunga mencintai titah Tuhannya. Tak pernah lelah menebar mekar aroma bahagia. Tak pernah lelah meneduhkan dalam gelita nyala.

Akhi sepatutnya Engkau mencintaiku seperti matahari mencintai titah tuhannya. Tak pernah lelah memberi cerah cahaya. Tak pernah lelah menghangatkan jiwa. Tak pernah lelah membawaku kemana saja.

Akhi, Betapa malangnya jiwa yang mengabdi pada dunia, duduk bersimpuh dihadapan siang dan malam tanpa memperdulikan aku yang menjadi bebannya.

Akhi, betapa rugi kalau kamu tidak segera terbangun dari khayalan masa lalu dan beranjak segera. Tinggalkanlah merak dan bulunya yang indah.Tinggalkan cinta mawar yang banyak durinya.

Akhi, betapa menderita jiwa yang masih tertabiri akan firman Tuhan yang akan membawa kamu kejalan kedekatan namun kamu tidak segera mencium ketercerahan yang akan melalukan hidup kamu dari segala kecemasan.

Akhi, betapa ruginya hidup kamu yang telah menemukan mata air aku ini tapi kamu membenamkan diri dalam kesegaran dunia yang semu.

Akhi ukhti, bercintalah dengan Allah yang aku menjadi jalannya dan jauhilah kemewahan dan kesenangan serta rehat yang sementara!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: