Aku masih lagi mencari mimpi


Kawan,

Maafkan aku. Aku tahu kamu bahgia. Itulah madah doa yang selalu ku doakan buat mu. Dan aku bangga melihat kamu menjalani kehidupan dakwah yang hebat dihadapan. Walau aku jua sepertimu sentiasa berjuang dan berperang dengan segala qodiyah hidup dan dakwah namun aku sentiasa kalah dengan usaha  dan kejayaan kamu.

Aku akui aku kehilangan kamu dan kamu terus melonjak dan melonjak menggunakan  segala peluang dan ruang hingga kamu telah menemui mimpi mu!

Namun, aku masih lagi mencari mimpi.

Mimpi dulu yang hilang bersama sebaris ayatmu.

Aku masih terasa kehadiran motivasi motivasimu kepadaku.

Memercikan nyalaan semangat supaya aku meneruskan jalan suci ini hingga bertemu sebuah tawa meski kita tidak bersama!

Tapi aku … Aku kehilangan daya…

Tidak segagah dulu. Tidak sesemangat dulu. Yang  mampu berjalan dan bermusafir bagai malaikat dimalam hari.

Menjenguk rumah adik adik usrah kita. Menghembuskan wahyu wahyu Tuhan dan sabda nabi serta pesan pesan murabbi.

Aku tak tahu terkadang adengan hidup ku seolah olah berhenti.

Jalan dakwah yang ku hirup tidak memabukan lagi.

Semangat aku, malap tidak membara lagi. Hati ku juga begitu. Tidak bergelora.

Wajah jihad ku bagai diselimuti kabut. Aku tidak mampu lagi mencari matahari. Apa lagi mencari tempat persembunyian bulan yang semakin meninggalkan malam malam derita ku.

Biar pun wajah mu sering melintasi aku dalam senyum semangat supaya aku meneruskan, tapi sepotong hati ‘Umar’ yang pernah kamu masukkan kedalam hati aku dulu bagai runtuh digunung uhud.

Kalah kah aku? Kecundangkah?

Sedangkan sebuah taman yang bermandikan cahaya masih jauh lagi dihadapanku.

Jangan … jangan wahai jiwa. Kisah kamu telah lama berlalu. Kisah kisah mimpi indah mu telah menjadi catatan sejarahmu. Kamu telah kehilangan dan jangan kehilangan lagi. Kehilangan cinta dunia tidak sama dengan kehilangan cinta diakhirat sana. Meski kehilangan cinta duniamu menjemurkanmu dalam derita perasaan tapi andai kamu kehilangan cinta akhirat, kamu akan hilang semua kisah!

Setialah kamu kepada Tuhan mu. Pada janji mu. Pada jalan dakwah dan masuliyah ini. Bentanglah kembali hamparan hidup mu. Rayulah kembali kepada Tuhan mu agar disuburkan kembali daun cintamu yang reput disembur janjinya.

Wahai jiwaku …

Dalam hidup ini ada berjuta jalan menujuNya

Dalam hidup ini ada beribu cara tuk mengapai cahayaNya

Dalam hidup ini ada berbagai jalan untuk memperoleh hikmah dalam kepastian cintaNya.

Insyaalah.

Akan ku teruskan juga kerana hakikat aku adalah kepunyaanNya. Akan aku lupakan cinta mawar yang banyak durinya. Akan aku cari sepotong jawab buat diriku sepertimana kamu pernah mencari sepotong jawab dari ku yang ku diamkan …

Aku tidak mahu hidup tertabiri mimpi lama meski terkadang inya mengigau dan menggangu tidurku.

Dan hati ku masih punya ruang …. ruangnya yang kukosongkan hingga tibanya saat itu. Dan kuharap hati mu juga punya ruang, bukan untuk mengisi cinta ku tetapi ruang untuk memaafkan aku …

muharrikdaie -menulis untuk menggerakan jiwa jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: