musafir yang berteduh


Salam buat semua teman temanku,

Memang terasa sangat keletihan ….

Dari pagi mencari rezeki dan disusuli program usrah hingga lewat begini. Pukul dua pagi. Namun aku masih mengintai ruang ruang amal …

Bukan niat untuk menceritakan amal amal yang kita lakukan tapi inilah rutinnya kehidupan da’i kerdil seperti kita. Setiap hari dakwah mengamit kita. Memaksa kita mengisi ruang ruang masa yang ada.

Dakwah tidak pernah mengasihani kita didunia ini. Kita senantiasa dibebani dakwah disetiap helaan nafas ini ….

Dakwah senantiasa ingin melihat kita mengosongkan kemaksiatan dalam diri dan mengisinya dengan sebanyak banyak kebaikan agar kita tidak lalai dan lupa bahawa kita adalah seorang musafir …musafir yang berteduh dibawah pohon dunia!

Benarlah sabda rasullulah

Didunia ini aku hanyalah seperti seorang musafir yang berteduh dari kepanasan. Sampai saatnya pasti aku akan berangkat ….

Memang dunia ini tidak abadi!

Jikalah hati kita tersangkut dengan dunia ini dan mengabaikan segala masuliyah kita terhadap Allah pastinya Allah mengharamkan kelazatan akhirat itu kepada kita.

Ingat akhi, Allah tidak lansung hairan untuk memberi kepada kita dunia ini kerana ianya tidak ada nilai langsung disisiNya. Sebab itu kita kena bertahan untuk berada dijalan dakwah dan jalan amal ini meskipun arus tarikan dunia ini teramat kuat yang boleh menarik dan mengangkat diri kita bersama samanya.

Mari kita kuatkan pegangan tangan kita pada tali iman agar kita selalu siap dengan kelengkapan dan bekalnya. Fokus dengan seluruh perhatian dan perasaan kita. Menguasai seluruh relung hati ini dan disetiap penjurunya.

Sedia datang bila diseru kejalanNya dan tidak liat untuk menghadiri setiap program tarbiyah kita ….

Jangan kita hanya berkata untuk mewakafkan diri ini dijalan Allah tapi tindakan kita sebaliknya.

Mari kita langkau jalan ini sejauh jauhnya meskipun kita letih atau nampak diwajah kita guratan ketidakberdayaan. Atau tenampak dimata kita kelesuan yang teramat.

Kobarkan semangat dalam diri kita akh!

Kita harus ingat bahawa musuh lebih teruk lagi dari kita mujahadahnya untuk menghancurkan deen ini.

Jika saat ini kita tidur tapi mereka tidak tidur. Jika tika ini kita merehatkan minda tapi mereka tidak! malah saat inilah mereka mencantumkan fikiran fikiran mereka untuk memusnahkan deen ini.

Ini yang perlu kita hadamkan dalam hati kita agar hati kita rela untuk dilihat kusut masai semata mata untuk menyaingi mereka. Kita musafir akh. Ingat itu supaya kita dapat membahanakan semangat kita dilembah dakwah ini meskipun gaungnya mengema untuk menelan segala kelazatan dunia kita.

Akh, kita memikul bebanan agama. Bebanan yang ada pada kita inilah yang akan menentukan survival deen ini pada generasi dakwah akan datang! Justeru itu jangan kita jadikan deen ini hanya sebagai satu falsafah jalanan yang tidak menghasilkan dan mengubah manusia. Biarlah tarbiyah yang kita lalui ini sesuatu yang dapat dilihat sinarnya dan membekas kepada perjuangan ini.

Teman teman dakwah ku …

memang aku teramat mengantuk dan berada dipenghujung tulisan ini …namun aku ingin menfaat sedikit lagi waktu  ini sebelum tidur, untuk menuntun jiwa jiwa kita yang lemah ini ….agar kita tahu bahawa cahaya dakwah masih belum terang. masih diselaputi kabut duat duatnya. Perjalanan masih belum sampai kegarisan penamat …

Jangan kita bermimpi kesyurga sebelum kita tidur seperti para pejuang. Tidur yang menantikan esok untuk menyambung jiwa kepahlawan dengan titisan keringatnya.

Teman teman ku …

apalah guna hidup yang panjang ini tanpa menghasilkan buah yang ranum dalam harga kehidupan ini. Apalah guna status didunia yang tinggi dan disanjung ini jika hinaan disana nanti. Apa makna kekayaan dihadapan kesengsaraan diakhirat. Apalah guna dihiasi segala kenikmatan tapi menatijahkan kegundahan.

Mudah2an dalam belantara dakwah dan perjuangan ini kita temukan kembali gerak kita untuk melangkah dan melincah!

Mari kita kuatkan kembali disiplin meski pun ianya pahit tapi sehat untuk kita.

semuga ketemu lagi …. dah 3 pagi.

muharrikdaie ~ menulis untuk mengerakkan jiwa jiwa

4 responses to “musafir yang berteduh

  1. muharrikdaie August 11, 2010 at 5:49 am

    mankuchai sara juniadi and KUEK ~ Terima kasih kerana senantiasa bersama saya diblog ini dan memberi semangat kepada saya untuk terus menulis ….

  2. junaidiahmad August 1, 2010 at 1:38 pm

    Alhamdulillah perkongsian yang mnfaat🙂

  3. sara July 30, 2010 at 8:26 am

    moga dirimu terus menulis bukan sekadar untuk mengerakkan jiwa jiwa.. tapi mencelikkan mata ini daripada terus ‘buta’.. http://saranusir.blogspot.com

  4. man kuchai July 28, 2010 at 10:45 pm

    Salam,

    Kita teruskan dakwah ini,moga kita terlepas dari pertanyaan di Mahsyar nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: