kamu dan aku


Kamu. Aku.

Telah khatamkah ukuhuwah kita?

Jika masih terdetik lagi ingatan kamu kepada aku saat ini ….jangan buangkannya!

Kerana terdetik yang sedikit itulah …sesuatu yang amat bernilai bagi aku …..untuk aku simpan keindahan itu …

Begitulah naluri yang ingin kita bina dengan Allah! Mungkin permulaannya payah tapi penghujungnya adalah kemanisan …

Marilah kita terus berlatih agar jiwa kita benar benar dipenuhi oleh cinta kepadaNya …

Kalau dengan manusia kita boleh memberi cinta kita dalam satu hari dan boleh menyerahkan kasih kita hanya dengan sebaris pengakuan! Apalagi dengan Rabb .., pencipta kita!

Sebab itu kita kena berhenti sejenak disini dan bertanya pada diri kita sendiri, ” dimana Allah dalam hati kita?”

Sejauhmana kita menyintaiNya.

Mungkin ada antara kamu yang membaca blog ku tika ini berhati gundah dan resah atau sedang melewati persitiwa pahit dan menyakitkan hidup??

Jika itu, mampukan kamu saat ini meraba kasih sayang Allah? Jika kamu mampu meraba kasih sayang Allah didalam kesukaran begini maka itulah keindahan!

Kerana apa? Kerana sesungguhnya apapun yang datang dari Allah itu adalah indah! Meskipun kita terkadang tidak mampu melihat keindahan didalam musibah yang menimpa. Tapi ianya tetap indah bagi yang cerah jiwanya!

Tentu kamu pernah melihat malam bukan? Malam itu gelap dan pekat kehitaman hingga jika ditengah laut pastinya kamu tidak akan dapat melihat hatta tangan kamu sendiri dalam jarak yang dekat dan itulah tamsilnya musibah itu!

Tapi indah tak, jika dalam kepekatan malam itu kamu melihat taburan cahaya bintang yang berkilau dan berkelip kelip …

Renungkanlah!

Kamu renungkanlah juga keindahan dalam musibah yang menimpa Nabi Musa saat bersama Khidir!

Bagaimana sebuah kapal yang dibocorkan?

Bagaimana seorang anak yang lawa dibunuh?

Bagaimana rumah yang hampir roboh dibangunkan kembali.

Semua itu musibah yang buruk dalam pandangan Musa  tapi saksikanlah kamu semua betapa keindahan itu terbentuk sedemikian rupa dari ketetapan Allah, setelah diketahui hakikat dan hikmah musibah itu semua?

Itulah yang dinamakan ‘penyerahan diri’.  Redha dan tawakkal. Husnul dzan dalam bersangka dan disitulah Iman kita membungakan harum harum hubungan kita dengan Allah.

Kita sudah lama menjalani hidup dan sudah lama dibuai dunia dan sebab itulah kita harus selalu memandang nikmat nikmat yang Allah berikan kepada kita supaya kita rasa terhutang dan rasa malu dengan Allah dan rasa malu iyulah yang menatijahkan kesyukuran!

Tapi malangnya kita ….bila asyik memandang ujian. Memandang musibah. Memandang kesempitan hingga adakalanya kita rasa Allah tak adil dengan kita! Nauzubillah. Kita berlindung dengan Allah dari yang demikian itu!

Tapi itulah realitinya.

Kamu dan aku sama.

Aku terlalu berhati hati. Terlalu ideal. Inginkan kesempurnaan. Hingga akhirnya lupa akan tawakkal kepada Allah. Lupa bahawa aku hanyalah sehalus debu yang tak akan sempurna!

Kamu, tidak sabar. Gopoh. Kelam kabut. Risau. Mengikut kata hati sedangkan kamu boleh bertenang …tapi kamu juga seperti aku. Sehalus debu dan semestinya tidak sempurna.

Natijahnya …

Tapi tak mengapa. Selagi kita redha selagi itu Allah lapangkan dada kita …

Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperolehi banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah dan semakin luas manakala duka dan lukamu semakin mengecil dan menyempit! Engkau harus tahu bahawa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya bukan duniamu tapi itu adalah jiwamu …yang jauh dari Allah ~ Ar Rafii

Dalam biduk kebersamaan kita yang terus berjalan ini apa yang penting ialah kita harus menjadi manusia akhirat yang mengejar akhirat. Kita harus mulakan akhirat didunia supaya kedua dua alam ini tidak akan hilang dari dakapan kita.

Jika ini bisa kamu dan aku lakukan, Kelak cahaya ketaatan penganti kelalaian itu akan terus merasuki jiwa dan semakin bersinar sinar mengusir kegelapan hawa nafsu. Dan ketaatan itu jugalah yang akan menjadi pertemuan kamu dan aku diakhirat nanti ….

Alhamdululah ..kamu dan aku. Maksudku kita semua. Telah berada dalam saff ini. Mungkin telah berada dikemuncak amal qowi kita …namun pertahankanlah keistiqamahan itu kerana seperti yang disebut oleh Ibnul Jauzi,

Sesungguhnya mencapai kekemuncak itu sulit, tetapi bertahan dipuncak itu lebih sulit …

Insyaalah …berhati hati.

muharrikdaie – menulis untuk mengerakkan jiwa jiwa

4 responses to “kamu dan aku

  1. KUEK August 8, 2010 at 5:24 am

    sama2… senyum itu sedekah =) dan menyenangkan hati org yang tgh marah, resah gelisah, berduka dan sebagainya… http://rakanweb.com/grapesnasyid/index.php/hijjaz-aku-hanya-umar

  2. muharrikdaie July 27, 2010 at 6:14 am

    Kuek ~ terima kasih atas komen kamu yang selalunya hanya main sign sign senyum saja …teruskan menasihati saya. Saya terlalu amat menghargainya.

    Ziarah2lah selalu dan jgn biarkan saya menulis dalam kesunyian …aduhai jiwang bangat sih!

  3. KUEK July 27, 2010 at 5:48 am

    perlukan pengorbanan…. sememangnya nak sampai tahap tuh bukan cenang…..

    iman setara mana pun tetap di uji kok

    pesan tok janggut … ketenangan milik nabi, sahabat nabi dan kepada hamba2 nya yang beriman

  4. KUEK July 27, 2010 at 5:45 am

    salam nak kasi kata2 ckit deh…

    Beri hatimu pada Allah, pasti Allah temukanmu pemilik terbaik..hamparkan masamu seluasnya hanya untuk Allah, pasti Allah aturkan kehidupanmu dengan baik…

    Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak boleh dilihat, dipegang. Namun begitu… ia boleh dirasai dalam hati…”

    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: