Memandang wajah bumi


Pagi ini wajah itu melintas dihadapan aku.

saat aku merinduinya

Wajah harapan yang kosong itu.

Wajah yang ku anggap seperti lubang kecil yang memberi cahaya harapan.

Kejap membangkit dan kejap meremukkan.

Kelmarin aku melihat dalam mimpi dia berdiri memberikan senyuman.

kemudian menenggelamkan diri dalam diam

aku pun diam meratapi kedirian jiwa ku

Aku tahu ia ingin meninggalkan keindahan

dan tentunya mencari keindahan yang lebih berarti lagi

Apakah aku akan terus melaparkan diri dan menghauskan rongga tekak ku

dalam mencari taman yang tiada mentari itu

Lalu aku kembali memandang wajah bumi

tempat wujudnya jiwaku

jiwa yang senantiasa mendamba akan Tuhan

Akan ku tempuh kembali jalan untuk menjauhi harum dunia

agar dapat  menghidupkan kembali jiwaku yang separuh bernyawa

setelah mengejar panggilan jiwa seekor merpati

yang kejap hinggap dan kejap terbang

yang membuatkan aku berperasangka hingga berdosa

dan kini sebuah kerinduan menyatukan langkah aku kembali

untuk menyambungkan puji pujian untukNya

dan aku harus meninggalkannya

jauh dan teramat jauh

menapak dibumi yang mulai berembun itu

meskipun jiwa ku kembali menoleh

seperti kebiasaannya

mengharap ia menggamitku seperti setahun dulu

namun dia beralih kebelakang

Dan kini yang ku dapati hanya sebuah titik kecil

berdiri jauh dihadapanku …

muharrikdaie – pagi selasa 11may 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: