bolehkah kita hidup tanpa cinta


Jujurlah pada diri.
Pada hati.
Pada orang lain dan pada kehidupan ini.

Akuilah kenyataan ini …
kenyataan kita yang bersifat manusia ini
bahawa cinta banyak mengolah kehidupan kita.
cinta banyak mewarnakan hidup kita.
Cinta menceriakan.Mengobarkan semangat yang duka.
Membakar cita cita
yang membawa kita membayangkan bahgia.

Kuatnya kita dalam perjuangan adalah kerana cinta.
Kuatnya kita pada dakwah ini adalah kerana cinta.
Kuatnya ibadah kita adalah kerana cinta.

Beraraknya awan rindu itu adalah kerana cinta.

Tapi terkadang ada cinta yang datang mengusik jiwa kita.
bersembunyi dibalik tirai keinginan yang sukar dimengertikan.
Sehingga kita lena dalam angan hingga terbayang satu keindahan yang ingin kita miliki.

Terasa seolah kita menanti sesuatu
sesuatu yang akan menganugerahakn kita kebahagiaan

Kadang kita rasa ingin membuang perasaan ini
membuangnya jauh dari hidup kita
tapi ia tetap menerjah kita

seperti ombak
seperti badai
pergi dan datang
pergi dan datang
tanpa kita dapat menolaknya
malah bertambah kuat menghempas kita

Kita tidak tahu kapan harus kita sembunyikan hati dan perasaan ini

Bukan kita minta ianya berlaku
Bukan kita minta ianya menyusup dalam hati kita
Bukan kita minta untuk menyukai cinta itu

namun disitulah dia berbunga
disitulah dia mekar
disitulah dia menguntum
dan mengharumkan hati hati kita
meskipun hati dan rindu ini kita sorokan
dibalik mata yang tanpa cahaya.

Kadang kita bertanya
Kemana cinta itu harus dilontarkan?

ArRumi berkata ;

Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta dihati yang lain …

Namun terkadang
cinta itu tidak begitu
Ia melangkaui fikiran manusia

Ia beku
diam
dan membisu

bermukim hanya pada hati kita yang satu
dan wujud menjadi metafora metafora yang menampakan makna makna

kekadang kita rasa uluran cinta itu tertolak …

Memang cinta itu emosi
dari gumpalan perasaan
dan dia juga adalah kehidupan.
menghidupkan hidup
kerana disitulah tempat jiwa kita berlari
menuju mahabbahNya ….

Bolehkah kita hidup tanpa cinta?

muharrikdaie ~menulis untuk mengerakan jiwa jiwa

9 responses to “bolehkah kita hidup tanpa cinta

  1. KUEK January 27, 2013 at 5:46 am

    baru paham..nih pasal hati… hati nih sifatnya berbolak balik… Hati yang ingat mati akan sentiasa hidup! Jagalah HATI

  2. KUEK January 27, 2013 at 5:10 am

    Bolehkah kita hidup tanpa cinta?

    soalan yang susah nak jawab dan buat org berfikir

  3. sya August 10, 2012 at 12:00 am

    artikel nya sangat bagus,,
    menyentuh banget,,

  4. angah February 10, 2012 at 4:31 am

    hidup mmg memerlukan cinta.. tanpa cinta manusia selalu rasa kekosongan.. kerana itu wujudnya mahabbah (berkasihsayang)… cinta itu luas takrifannya dan terpulang pada kita bagaimana untuk mewujudkannya, menjaganya dan menyemarakkannya… cuma tanyalah diri, cinta duniawi dan cinta ukhrawi itu harus seiring ataupun berasingan….

  5. muharrikdaie January 4, 2011 at 4:45 am

    Yusha abadi ~ Cinta itu seperti api yg menyala nyala. Kita tidak kuat melawannya. Kita hanya bisa menari dikelilingnya disaat dia mengunggun. KIta hanya bisa melihatnya meraung saat lidahnya membakar kulit bumi dan melahap rumah rumah dan hutan belantara yg kering. dan semuanya jadi abu. Semua jadi tiada. seperti itulah cinta. hati hati dengannya kerana hanya cinta yang bertuhankan Allah sahaja dapat diarahkan kesyurga abadi.

  6. yusha abadi December 28, 2010 at 12:39 am

    Sampai kini aku masih menanti cinta itu datang dalam jiwa ku, dlm nurani ku , bersatu dengan jasad mencipta satu rasa yang x bisa ku sentuh , yg tak bisa ku pegang… tapi bisa membawa aku ke satu jalan… jalan penyudah hidup ini dengan haruman kasih yg x akan berubah walau hancur jasadku di mamah bumi…. CINTA YG KU NANTI-NANTI KAN ADALAH…. CINTA HAKIKI..PADA MU ILLAHI !!!!!

  7. abdullah bin ali April 28, 2010 at 12:49 am

    Cintalah sungguh-sungguh segala ciptaan Allah ini. Mudah-mudahan terbuka cinta sejati, dimana akhir kalam tiada lagi cinta yang dapat dibisikkan melain cinta yang satu satu lagi jitu. Itulah cinta kepada Allah dan Rasul. Ya Rob… ya rob… dan selawat yang tidak putus-putus melainkan putusnya nyawa dari jasad.

  8. muharrikdaie April 27, 2010 at 6:40 am

    Insyaalah, cinta itu seperti angin, kamu tidak dapat melihatnya. Kamu hanya dapat merasakannya. Ia juga seperti api. Menyala nyala. Kita tidak kuat untuk melawannya. Kita hanya bisa ternganga bila ianya membakar kita …seperti itulah cinta.

    Oleh itu arahkanlah kekuatan cinta kepada sesuatu itu demi kerana Allah dan pasti cinta beginilah yang boleh membuat seseorang berkorban dan berkorban untuk mengapai redhaNya!

    Salam cinta dari sang pencinta.

  9. hazlinkhan April 5, 2010 at 1:31 am

    hati ini tidak mampu bernafas tanpa cinta..cinta pada Ilahi..cinta pada agama..cinta pada keluarga..cinta pada akrab2….dan cinta kepada segala2 nya….kerana diri ini lemah tanpa cinta..kaku dan beku…..tp ku mengharapkan cinta dari Allah Yang Agung untuk menemani setiap langkah ku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: