bila hati telah retak


Dimana Allah dalam hati kita?

Pernahkah kita tanyai hati kita?

Seberapa dominan keagungan Allah dalam hati kita?

Tahukah kita bahawa hati kita terlalu sarat dan penuh sesak dengan keinginan nafsu dan cita cita dunia? Hingga ianya retak dan tak dapat menampung keinginan keinginan itu dan tumpahlah nafsu itu kedalam ruhani kita hingga syaitan mengambil kesempatan menanamkan benih benih dunia hingga sampai ke suatu tika organ organ keruhanian kita ditumbuhi kebun kebun anggur yang palsu sehingga kita terkhayal sehingga tercabutnya nyawa.

Sedarlah kita dan jangan biarkan hati yang mulus ini retak.

Pertahankan hati kita dengan banyak melaksanakan amal2 dakwah kerana amal dakwahlah yang dapat menerangi segala macam kegelapan yang menyelubungi kita.

Dakwah dan tarbiyah itu diantara Nur Allah. Cahaya Allah. Tetaplah berhimpun disekitarnya. Janganlah menjauh dari terpaan sinar cahaya itu agar kita tidak kehilangan arah untuk melangkah.

Jangan jarak kan diri kita dari cahaya Allah itu dalamkeadaan apa pun agar kita tetap dapat melihat dan bisa meraba jalan yang seharusnya kita lalui!

Bukalah kembali peta kegelapan hidup kita seperti mana peta itu telah dibuka oleh Abu Bakr untuk kita melihat apakah yang telah kita usahakan untuk menutupi kegelapan itu!

Cinta dunia adalah kegelapan ~  pelitanya adalah takwa.

Dosa itu adalah kegelapan ~ Pelitanya adalah taubat.

Kubur itu adalah kegelapan ~ Pelitanya adalah syahadah

Akhirat itu adalah kegelapan – Pelitanya adalah amal solih

Shirat itu adalah kegelapan ~ Pelitanya adalah iman.

Inilah dia peta kegelapan dan cahaya hidup kita.

Dan sebab itulah kita akan terus bersama islam dan jamaah ini. Merengkuh tarbiyah yang amat sukar ini semata mata mencari cahaya untuk menutupi lima kegelapan yang amat menakutkan ini.

Aku sering mengingatkan diri ku agar selalu membayangkan kegelapan ini sehingga ada tika tikanya bila ruhani ku menjangkau tinggi aku juga mampu menangis seperti Abdullah AlMubarak mengingati saat saat aku menghadapi kegelapan ini.

Pernahkah selama ini kamu bayangkan kegelapan yang akan kamu laui sahabat ku?

Bayangkanlah jika taubat mu tidak diterima. mampukah kamu menghadapi azab Allah SWT. Yakinkah kamu taubat kamu Allah terima dalam keadaan kita sering mengulangi dosa kita tanpa rasa takut?

Bayangkanlah jika kamu tidak dapat bersyahadah waktu sakarat disebabkan dosa dosa yang menahan hati dan lidah kita dari bersyahadah? Tidakkah selama lamanya tubuh badan kita dihimpit sehingga bertemu rusuk kerusuk. Selamanya menanti hari akhirat?

Inilah dia ugutan ugutan yang Allah berikan kepada kita dan motivasi untuk kita terus bergerak dijalan ini. Agar kita tidak terlalai sedikit pun. Agar apabila kita lemah dalam beramal, ugutan inilah yang akan membangunkan kita!

Marilah saudaraku …

sebelum aku merehatkan mata untuk bertenaga semula esok harinya dalam meniti liku liku dakwah dan perjalanan panjang ini …

Marilah kita jauhi kegelapan itu dengan berusaha bersungguh sungguh untuk menyalakan obor dakwah ini. Memelihara pelita cahaya yang ada disekeliling kita ini sambil terus kita menjalani hidup seadanya. makan seadanya. Minum seadanya. Dan mengambil dunia seadanya.

Agar kesederhanaan ini dapat memacu kita menjalani hidup sebagai hamba dalam menapaki lorong lorong waktu dan muga kita dapat menembus belukar fitnah dan ujian hingga perjalanan kita di dunia fana’ ini berakhir.

Ingatlah kegelapan itu amat mencengkam serta menakutkan.

Mampukah kita bertemu dengan Allah. Berhadapan dengan Allah face to face dalam keadaan jiwa dan sanubari kita dalam kegelapan ….kegelapan yang akan membuatkan Allah berpaling dari kita! nauzubillah!

Berjanjilah disini.

Kita akan perbaiki diri dan menyeru orang lain dalam amal dakwah ini dan menempa diri kita menjadi pohon yang indah, dahan yang menjulang dan meneduhkan manusia lainnya!

Marilah kita tempuhi segala kesulitan dalam menuju Allah ini kerana dalam kesulitan inilah tersembunyinya keimanan yang sejati yang membuatkan kita semakin rindu dan rindu kepada syurga Allah apa lagi dengan senyum lambaian lambaian penghuni suci disyurga dan melupakan manusia dunia yang sering meretakkan hati kita  …

Alfakir iLLallaH

muharrikdaie – menulis untuk mengerakan jiwa jiwa.

5 responses to “bila hati telah retak

  1. muharrikdaie March 24, 2010 at 2:19 pm

    Ibu noor yang dirahmati Allah. Semuga Ibu, suami dan mujahid2 kecil tu semua sihat adanya.

    Terima kasih kerana link kan blog saya. Mudah2an ramai pengunjung yang datang dan dapat meneguk kalam kalam saya dan menambahkan pahala pahala saya yang banyak dosa ini.

    Susah juga orang nak link kan blog saya dekat blog diaorang. Mungkin blog saya tak best dan tak boleh dimenfaatkan kerana saya bukanlah orang yang hebat….

    Ibu noor. Doakan saya agar Allah mantapkan iman saya dan thabat dijalan dakwah ini. Itu saja pinta saya kerana doa kawan kawan lah yang dapat memberi kekuatan kepada saya dijalan dakwah ini …

    Jgn puji jer tulisan saya! Komenlah kalau ada kesilapan dan keburukan didalamnya. Kalau nak hentam saya teruk 2 kena email lah …malu kalau visitor lain baca …

    jumpa lagi

    • ibunoor March 25, 2010 at 1:52 am

      Salam Muharrik Daie…
      …semoga berada di dalam lindungan Allah SWT selalu.

      Hebat atau tidak…bukannya terletak pada penilaian orang. Yang penting ianya datang dari isi hati. Besides, it’s your personal blog…you are entitle to your own oppinion.

      Usah gusar…InsyaAllah kita saling menegur utk saling mengingatkan pada Yang Esa. Makanya, menegur juga perlu bertertib dan beradad.

      I’ve always been trained to have only ‘flowers coming out from our mouth’. Bersuara hanya pada yang baik-baik sahaja. Jaka terdapat perbedaan (antara pendapat) mesti diterangkan secara berhikmah dan bukannya secara konfrantasi di blog keranya ianya ternyata tidak adil bagi kedua pihak dan pada yang menjadi saksi pada penulisan tersebut.

      May Allah showers HIS blessing on you…Semoga ditemukan dengan jodoh yang baik buat dirimu dan disemaikan iman yang tidak berbelah bahagi ya daie.

      Teruskan berkongsi di alam maya ini.

  2. muharrikdaie March 12, 2010 at 4:32 am

    Ibunoor > Salam ukuhuwah.

    Ap khabar suami dan anak2? Banyak kali saya tengok Ibu menziarah blog saya dan inilah pertama kalinya ibu komen. Alhamdulillah.

    Untuk info, saya pun sering ke blog Ibu yang english version tu. Best. Should i comment in malay ke atau you need it in english?

    Teruskan menulis Bu ….

    Insyaalah banyak pahala jika tulisan kita dimenfaatkan.

    Tolong nasihat nasihatkan saya kalau tulisan saya ter over sangat atau ter emotional.

    • ibunoor March 12, 2010 at 4:50 am

      MasyaAllah…Muharrik Daie…terima kasih banyak-banyak di atas artikel-artikel yang amat menyentap jiwa…ditambah dgn gaya penulisan yg amat saya kagumi…semoga anda berada dlm lindunyaNYA selalu.

      Salam ukhuwwah kembali…alhamdulillah masih diberi kesempatan pd ibunoor bahagia bersama suami dan mujahid-mujahidnya. Kesemuanya alhamdulillah sihat.

      Ya…benar ibunoor selalu bertandang ke sini…baru inilah kali pertama ibunoor beranikan diri utk mencoretkan sesuatu setelah sekian lama memendam rasa bersalah krn menyunting ‘link’ ini ke teratak sendiri tanpa kebenaran tuannya. Maafkan saya…dan…minta izin ya Muharrik Daie.

      InsyaAllah kita akan saling ingat-mengingati. Silalah jika sudi melabuhkan tinta-tinta anda di teratak saya. Either English or Malay…will definitely be appreciated. You are most welcome.

  3. ibunoor March 11, 2010 at 1:05 pm

    Ya benar…bila hati telah retak maka akan berkecailah ia…hanya boleh bertahan tanpa usikan dan tekanan yg melampau.

    Terkadang hati terasa sempit lagi dihimpit…gelap lagi menyulitkan…bagai si buta yg hilang tongkatnya…meraba-raba dgn hati yg tersuluh agar terjumpa.

    Hanya nurani yg terang lagi menyilau dapat menyaksi ketuananNYA.

    Semoga tinta Muharik Daie dapat terus membantu menggerakkan jiwa-jiwa yg kosong & kurang terisi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: