Bila pancaindera mula gerhana


Ada masa masa nya kita menanyai jiwa kita setelah lama suara kita mengema diruang hampa meninggalkan gaung dan riak suara kecil kita sendiri ….

Memang dalam hidup ini berjuta jalan menuju bahagia dan beribu  cara mengapai cahaya …

cuma terkadang kita tidak pasti!

Kenapa kita tidak boleh sampai mengapainya sedangkan kita bersama dalam kafilah ini. Menuju destinasi yang sama sama kita mimpikan.

Ketidak pastian inilah yang selalu mengerhanakan pancaindera ku.

sehingga tika mana kita cuba mencari damai dihati … Ianya hilang begitu sahaja  dicelah usaha usaha kita kita dan sepi seribu bahasa…

Sepi yang kita tidak tahu bila suara itu akan menyebut lagi bait cita cita yang semakin tenggelam

sehingga kita tidak keruan melalui hari hari kita .

Situasi ini memang menggangu kita …sehingga kita kelam.

Apa lagi diperjalanan dakwah yang kita harungi ini. Yang tidak pernah kering dari luka luka hirisan ujian yang menjadi fitrahnya. Luka silih berganti dan terkadang luka itu terhiris ditempat yang sama …

Luka perjuangan. Luka membina manusia.

Atau dilukakan oleh teman kita dijalan dakwah ini!

Begitulah wajah wajah kelukaan menampakan dirinya …

Tidak kira dimana kita …

Kadang kita pelik dan hairan, kenapa sukar sangat kita mencari kebahagiaan sesama kita sedangkan kita berada dalam suasananya. Dalam biah ini. Biah solehah yang kita wujudkan dalam nuansa jamaah ini yang kita fahami akan mengutamakan iman dan matlamat perjuangan ini dari yang lain!

Tidak bolehkah kita cari jalan keluar dan jalan penyelesaian hingga kita mampu  meneguk manis nya air air tarbiyah itu untuk kita hilangkan dahaga dalam pencarian kebahagiaan ini?

Kita yang telah ditarbiyah. Yang telah diisi dengan ruhani dan tawakkal yang tinggi serta disalut oleh siraman sirah sepatutnya lebih mudah untuk merasainya …

Tapi kita tidak merasai nikmat itu …

Walaupun kita pelik tapi dunia tidak pernah jemu memberi kita pelajaran untuk mematangkan kita bahawa manusia tetap dinamakan manusia punya 1001 keraguan sekalipun lisan nya sentiasa berzikir dengan kalimat kalimat quran tidak sepantas hati dapat keyakinan!

juga bila pancaindera kita mula gerhana sukar untuk kita masukan pakaian tarbiyah itu dibadan kita …..

wassalam

muharrikdaie -menulis untuk mengerakan jiwa jiwa

2 responses to “Bila pancaindera mula gerhana

  1. muharrikdaie March 3, 2010 at 2:28 am

    Kepada semua pengomentar …terima kasih saya ucapkan dan saya amat menghargai semua komentar antum dan masih setia bersama blog saya. Datang datang lah selalu ke blog ini dan sentiasa memberi semangat untuk saya menulis yang terkadang saya kehilangan idea untuk menulis tanpa nasihat dan motivasi. Insyaalah.

    terima kasih sekali lagi

  2. abdullah bin ali March 2, 2010 at 9:55 pm

    Siapa yang melihat, namun apa yang dilihat melalui pandangan mata.
    Siapa yang mendengar, namun keseronakkan apa yang didengar.
    Siapa yang berkata, namun perkataan apa yang dibicara melalui lidah yang fasih.
    Siapa yang berjalan, namun kemanakah kaki melangkah.
    Siapa yang makan, lalu makanan halal atau haram disuapkan kemulutnya.
    Siapa yang berbuat sesuatu, namun apakah kesudahan sesuatu dihasilkan………..samada terhenti diatas nafsu atau……….. sampai kepada tuannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: