terperangkap dalam diri


( menterjemah perasaan seorang kawan )

Kawan

Terkadang kita terperangkap dalam diri

Kita  terpedaya oleh mimpi

Kita dikejari bayang bayang

Lalu keputusan yang kita buat itu terkadang ‘ keterpaksaan’

keterpaksaan menyiksakan …

Kawan …

Ketika alam hadir dihadapan

memunculkan awan awan hitam

hingga wujudnya tidak dapat kita nikmati

lalu  terluah isi hati.

pada Rabb yang mengerti.

Rabb yang kita kasihi.

Yang memegang punca punca hati.

Dan keaiban yang tersembunyi.

Kawan

ketika bayangan sendu itu hadir

diatas pedih yang kita tanggungi.

dan waktu hati kita  telah ditakluki

dipelantaran sepi

menemukan kita kembali waktu waktu sunyi

seperti dulu

setahun dulu

Kawan …

Inilah perasaan kita.

Apabila ruang hati lama kekosongan.

Bukan ingin dikesalkan. Bukan minta diisi dengan keterpaksaan. Bukan mengemis bahagia atau diikutkan rasa!

Sesekali perlu dicerita.

Takut dimakan  hati. Menggangu perjalanan dan perjuangan.

Bukan kita ingin mencipta suasana atau mengikut rasa atau kita terlalu emo dengan isi hati tapi jiwa ini, hati yang sembunyi ini, sesekali terkeluar dari persembunyiannya. Mengadu dan mengadu pada kita akan siksaan siksaanya …

Kawan ..

Aku bukan meluahkan perasaan  kerana perasaan ini tidak akan habis jika kita layan…

Perasaan tidak akan merasa adil selama nya ….

sering memberontak jika dimanja ….

kerana perasaan  kita  adalah seni hidup …

seni kehidupan yang kita sendiri pun tak akan mengerti …. kadang disebabkan perasaan, dan terlalu mengikutinya, kita melupakan akan hak hak  kita yang lain …

Namun sesekali perlu juga kita beri perhatian.

Untuk mengindahkan kehidupan. Untuk mengisi ruang tangisan yang melegakan kehidupan!

Kawan …

sekali pun penuh kesibukan  yang tiada penghujung dan tanggungjawab yang mengunung ..

serasa diri ini

terpinggir

menanti

bisu

diam

dan luntur  …

kawan …

janji manusia

siapa pun dia

kerana dia manusia

memang selalu mengecewakan kita

hingga akhirnya

hati kita bermandikan sunyi kembali

seperti dulu

berkhayal

pada sebuah keagungan yang bersemayam diarasyNya

sebuah kediaman yang dihuni bidadari yang ingin kita sentuh

walau kita tahu jiwa kerdil kita melimpah dengan lautan keburukan

menguras kotor airnya lalu menyadarkan kita untuk memacu laju kembali di shiratul mustaqim ini

mengharap ampunan untuk menutupi awan dosa kita.

muharrikdaie – mode demam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: