Merindui salju


Malu untuk bercerita kisah lalu …

Namun disitu kutemui saripati hidup …

kisah perantauan ku …

kisah kemanusiaan seorang manusia

perihal kasih sayang yang terpinggir dek kemiskinan

Ku hirup dingin udara dibumi Amsterdam dan terkadang kubungkus diri dari diterkam angin yang jahat  tika suhu jatuh keparas minus dan  ditika aku mendaki puncak tentangan, menerjang batu granit kesulitan, mengoda ujian demi ujian untuk memecahkan kehidupan silam.

Ku harungi salju yang putih yang selama ini berjurai turun yang tidak pernah aku gambarkan dapat menadah tangan bermain dengannya, kini menjadi kenyataan setelah aku bertarung dengan kehidupan dan pelajaran yang amat menyakitkan.

Kiranya jiwa ku tidak keras dan tabah pastinya bumi beriklim sejuk yang kupijak ini hanya  berupa mimpi dan igauanku  untuk  mencari jalan kehidupan yang cerah.

Ditengah keputihan dan kesejukan yang tidak pernah aku rasa itu dapat juga ku hirup berupa pengalaman, lalu aku terjun bebas berenang dan menyelam keseorangan liku liku dan belokan belokan tajam perjalanan yang ujung hidup ku tidak dapat disangka.

Keputihan salju yang penuh dengan lambang cinta sonata dan kesucian itu mencelikkan mata ku betapa indahnya ciptaan tuhan itu untuk diabadikan. Salju itu membuatkan jiwa ku bertambah lembut dan sayu keseorangan dirantau orang …

Namun dimana mana pun dan bila bila pun mungkin aku ditakdirkan  keseorangan ….

Dan keseorangan itu mengandakan cita cita ku untuk pergi jauh meneroka bumi Allah ini mengikut arah bintang gemintang. Mengarungi padang dan gurun. Biar dilepuh matahari atau dilambung taufan dan dibekukan suhu dingin serta diciut cengkaman angin!

Aku ingin mengetarkan hidup ku lagi mencari keberanian kerana aku tahu aku akan lalui lagi ujian ujian yang mendatang justru pabila melibatkan diri didalam gerakan dakwah yang sememangnya kita tak mampu untuk menepisnya, jika kita tidak melalui hidup yang keras dan lasak!

Pun begitu da’i juga seorang manusia. Punya jiwa. Punya kisah silam yang tersorok jauh jauh didasar hatinya!

Hidup ini terkadang seperti benturan molekul uranium. Meletup tidak terduga. Menghancurkan mimpi mimpi indah kita ….

Berkelana nya aku dinegeri orang  mencari kehidupan yang telah lama hilang. Dan aku pergi jauh semata mencari kehidupan mendatang untuk merasa sedikit kesenangan yang sudah tidak ada nikmat lagi setelah sekian lamanya aku dikurung dalam kepedihan dan lumat kesengsaraan sehingga sudah terbiasa …

Sebenarnya kebahagiaan bagi ku hanyalah kemungkinan kemungkinan

….dan kebahagiaan yang kita damba dan citakan sebenarnya hanya sebuah khayalan kerana penentu kebahgiaan bukanlah kita sendiri!

Betapa aku hambat dan kejar kebahagiaan itu,  ia semakin  laju meninggalkan aku …

Meninggalkan aku dengan sayatan sayatan luka yang sukar untuk sembuh ….

Persoalan pencarian akan kebahagiaan dikepalaku ini telah menjadi satu filosofi  dan memang setelah kita berusaha sekuat tenaga untuk menemukan sesuatu dan hampir mendapatkannya namun bila tiba pada noktah terakhir itu usaha itu gagal, justru sebenarnya itu bukanlah kegagalan tetapi penemuan akan pencarian itu yakni kenyataan.

Kita bertemu kenyataan sebenarnya!

Kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap kita yang mencari sesuatu dalam hidup!

Kenyataan itulah penemuan yang tidak ternilai jika kita menerimanya dengan iman yang mendalam!

Sebenarnya perjalanan hidup ini harus kita terimanya walau dalam apa keadaan sekalipun kerana ianya banyak membuka rahsia yang tersembunyi didalam dimensi ruang waktu kita.

Jalan rahsia yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Dengan hidayah. Dengan Dakwah. Dengan Jamaah. Dengan perjuangan. Dan insyaalah dengan syurga Allah.

Itulah kenyataan yang manis yang menutupi semua kepahitan kita yang lalu kerana terputusnya cinta yang amat menyesakkan dada. Kematian sesorang yang kita kasihi yang ingin menemani didalam mahligai hidup kita, memurungkan kita. Kegagalan didalam exam mematahkan semangat kita. Kemiskinan hidup diatas takdir yang Allah takdirkan menenggelamkan kita dalam kelaparan menyedihkan kita justru membuat kita tidak berdaya. Membuatkan hati kita membiru.

Namun pesan orang yang kusayang dulu, sewaktu menghembuskan nafas terakhirnya dengan kalimat ” you have to be strongmembuatkan aku bertambah semangat dan kuat menghabiskan usia ini menebarkan kebaikan yang ku miliki. Biarpun waktu itu airmata menepi dipelupukku dan pandangan ku jauh dicelah juraian salju salju itu.

Memang kita harus kuat kerana kekuatan itu akan menjadikan kita berani dan tidak berputus asa.

Alhamdulillah semua pengalaman pengalaman ini sebenarnya terlalu bernilai dan berharga untuk menjadi bekal di jalan dakwah yang berganda ujiannya ini.

Pengalaman jahiliyah kita juga membuatkan kita dapat menghampiri Allah dengan seyakin yakinnya.

Lihat saja Umar AlKhattab dengan kisah pengalaman pahitnya membunuh anaknya sendiri didalam lubang dan menyembah buah kurma yang di makannya membuatkannya intim dengan Allah bila mendapat cahayaNya. Sesekali bila ia mengenangkannya, akan menanggislah ia membujuk perasaaan. Dan Umar menjadi kuat dengan pengalamannya. Kuat perjuangannya hingga menjadi sahabat yang dijamin syurga.

Sememangnya negara salju itu mengajar aku segala galanya hingga menjadi bekal untuk aku titipkan dalam kehidupan ku disini. Mungkinkah aku akan kesana lagi untuk menyambung kekuatan yang telah melemah ini …

Lemah untuk aku membuat satu keputusan seperti yang disebutkan oleh seseorang kepadaku.

Memang aku amat merindui akan salju itu yang mendinginkan jiwa cintaku ….

Muharrikdaie

2 responses to “Merindui salju

  1. Motivasi Kerja December 4, 2009 at 7:27 am

    Setiap insan mempunyai kisah hidup tersendiri. Sejarah hidup akan membangkitkan kesedaran diri. Kesedaran diri inilah akan mengingatkan kita matlamat kehidupan dan kematian kita nanti.

  2. tariq_dhiya' November 30, 2009 at 3:21 am

    Assalamualaikum,

    Sedangmencari bahagia ke??? Semoga kebahagiaan milik saudara juga akhirnya. Tak susah nak bahagia sebenarnya. Hanya redha dengan kurniaan Allah, insya Allah kita akan bahagia. Bahagia bukan bergantung banyak mana program kita jalankan, banyak mana halaqah yang kita pegang, tapi bahagia itu adalah keredaan kita pada takdir yang Allah kurniakan pada kita, dan juga kesyukuran kita pada nikmat yang telah dikurniakan pada kita, mungkin definisi kita berbeza tapi masih boleh dibincangkan mungkin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: