Jangan pisahkan kami


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Walillah hil hamd

Ya Allah, hari ini aku kembali merindui Baitullah Mu. Aku kembali merindui tempat tempat suci Mu yang pernah kukunjungi 3 tahun yang lalu. Tika mana Engkau wahai Allah mengurniakan kepada aku Haji Akbar. Mengerjakan haji dihari Jumaat yang penuh keberkatan yang didambakan setiap manusia yang mengerjakan haji.

Disana terlalu banyak ku limpahkan airmata ku apalagi mengunjungi Badar dan Uhud.

Mengunjungi makam syuhada’.

Disana juga Engkau telah titipkan dalam ruh dan jiwaku supaya cintakan syahid. Cintakan dakwah. cintakan manusia disekelilingku yang masih terpingga pingga dengan agamaMu.

Disana aku banyak belajar kesabaran ditengah jutaan manusia.

Aku banyak belajar bagaimana untuk mendahulukan manusia lain dari kepentingan diri sendiri.

Aku bertemu dengan mujahidin mujahidin dan sahabat sahabat seperjuangan dan sefikrah berlainan bangsa dan rupa yang mana akhirnya kami semua bersepakat mengutamakan doa untuk kemenangan dan penyatuan Islam sewaktu berwukuf! Indahnya ukuhuwah itu sekalipun hanya sebentar cuma.

Begitulah kami Engkau ketemukan ya Allah.

Terasa dihati menyintai mereka. Aku sememangnya tidak dapat menyembunyikan cinta itu. Apalagi dijalan dakwah yang dipertemukan dalam tidak tersangka. Mungkin pertemuan ini disusun atur oleh Allah diatas doa doa yang telah kupanjatkan kesekian lamanya dan dalam kesabaran dan penantian yang panjang ….

Sememangnya menjadi kelaziman ku untuk terus berdoa dan berdoa agar Allah sentiasa bukakan kepadaku seluas luasnya pintu amal, menemukan aku dengan jamaah yang betul dan yang bergerak dalam manhaj arRasul serta menemukan aku dengan orang2 yang punya kesungguhan untuk terus bekerja dan bekerja supaya aku dapat bersama mereka mengabung semangat waja hingga kepuncak syurga!

Dalam hatiku sering berdoa, jangan pisahkan kami Wahai Allah.

Seboleh bolehnya kami ingin bersama selamanya.

Bersama didunia didalam dakwah.

Bersama disyurga dalam mawaddah wa rahmah.

Melakar sejarah dalam dakwah ini. Membuktikan kata kata kami dengan janji dan cita cita kami untuk agamaMu. Untuk melajukan gerakkan dakwah ini, menenangkan jiwa kami dan tentunya untuk lebih dekat denganMu.

Teringat aku dalam kebersamaan yang tak berapa lama itu pun Allah uji dengan keraguan. Sahabatku amat marah kepadaku kerana aku ragu kepadanya hingga aku amat terasa dengan api kemarahannya. Bagiku dalam apa jua persoalan  harus mempunyai sikap ” hazar “. ( Berjaga jaga dan berhati hati dalam berukuhuwah ) kerana taaruf  kami pun tidak sedetailnya walaupun dalam hati amat penuh keyakinan dan harapan yang tinggi bahawa sahabat ku ini adalah sahabat yang dipilih Allah untuk diletakkan didalam hati selamanya.

Mungkin sahabat ku ini tidak memahami bahasaku namun aku tetapi berjanji didalam hati ku bahawa dialah sahabat yang baru kukenal dan amat kukasih dan kiranya aku dapat peluang untuk bertemunya lagi, akan kukatakan padanya bahawa dialah salah seorang dari orang yang kukasihi didunia ini selain Allah dan Rasul dan kiranya aku syahid dijalan ini dialah salah seorang yang akan kusyafaatkan diakhirat nanti walau pun pernah dia mengatakan bahawa aku amat lemah dalam persahabatan ini!

Aku akan sentiasa mengingati mu sahabatku …

Seorang mukmin jasadnya tercipta dari tanah, tapi ruhnya bergantung pada petunjuk  dari langit. Bersahabat dan berteman dengan seorang mukmin, duduk didekatnya dan berinteraksi dengannya pasti memberi menfaat!Dia kukuh kala diterpa taufan kesulitan, selalu memberi buahnya kepada manusia yang lain. Hatinya, amal amalnya, perkataannya, tasbihnya menjulang tinggi dilangit dan menurunkan barakah keimanan dan pahalanya setiap saat.( – Musafir fi Qithari Da’awah, 370 ) –

Wahai Allah, jangan pisahkan kami dan hati nurani  yang jernih dengan kasih ini semata kerana dakwah  dijalanMu setelah Engkau pertemukan kami dalam keadaan kami susah payah menjaga syariatMu. Berilah kami kekuatan mengharungi jalan hidup dan dakwah ini bersama sama dalam susah dan senang dalam duka dan tawa hingga kami berdepan dengan wajahMu.

Allahu Akbar Wallilahil hamd.

Selamat Hari Raya Idul Adha.

Muharrikdaie

5 responses to “Jangan pisahkan kami

  1. dir88gun December 1, 2009 at 8:40 am

    Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  2. tariq_dhiya' November 30, 2009 at 4:16 am

    Selamat hari raya aidil adha, belum terlambat walaupun ada dua jam lagi

  3. muharrikdaie November 29, 2009 at 6:12 pm

    Nuurhati ~ pengunjung setia blog saya

    Mbah jiwa ~ dari indon yang pertama kali bertamu disini, terima kasih atas ziarah. Saya amat2 menghargainya.

  4. nuurhati November 27, 2009 at 3:42 am

    Allahuakhbar! Allahuakhbar! walillahil hamd!

    subhanallah.. moga sentiasa dirahmati Allah.Begitulah Ar-rasul mengajar kita ..ukhwah yang terikat kemas bersimpulkan aqidah yang utuh!

    bertemu dan berpisah keranaNya..tak kan pernah rasa jauh bilamana rabitah hati merantai kemas!

    teruskan menggerakkan hati-hati daie dengan tajaman mata pena mu muharrik.

    salam aidil adha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: