Dekat dimata jauh dihati


infaq

Aku tidak berniat untuk menceritakan tentang fadilat sedekah dan infaq ….

Cuma apa yang nak diceritakan kali ini adalah kita perlu sisipkan dijiwa ini  sifat kedermawanan yang kita belajar dari surau ramadhan! Jangan lah kita bersikap dekat dimata jauh dihati … melihat kesusahan orang lain didepan kita tapi tidak lansung memperdulikan mereka yang amat memerlukan kita dalam menyambung kehidupan ini!

Seorang da’i seperti kita harus mempunyai rasa jiwa yang halus dan perlu ada rasa sifat kebersamaan secara mendalam. Merasa kesusahan orang lain dalam dirinya sendiri. Dengan rasa itulah nanti akan menjelma perasaan kepedulian yang akhirnya menatijahkan sifat derma dan sifat pemurah yang amat dituntut pada diri kita! Inilah sifat yang patut kita miliki sebagai da’i.

Sebenarnya apa yang kita miliki bukanlah milik kita sebenarnya! Kita sebagai da’i kena memandang, apa yang kita miliki itu adalah satu ” Amanah ” yang harus kita fungsikan secara maksima dalam mengharungi kehidupan ini.

Kita kena berkongsi hidup, mengagihkan segala yang kita miliki kepada orang lain yang amat memerlukan sekalipun harta, ilmu atau apa jua yang ada pada kita, sekali pun kita yang mengusahakannya  sendiri. Barulah disini kita dapat merasakan nilai kemanusiaan itu sebenarnya.

Kita akan menjadi orang yang ada harga dan ada nilai disisi Tuhan.

Inilah yang Rasulullah mengajar kita. Inilah yang Ramadhan mengajar kita. Barulah dakwah kita dapat mengecapi kemanisan dalam perjalanannya.

Kedermawanan bukan sahaja dari sudut harta tetapi meliputi segalanya yang kita miliki dan kita kena menjadikan kedermawan ini salah satu sifat kebiasaan kita dan bukan sifat yang berbentuk musim musim tertentu!

Kita kena tahu bahawa masyarakat akan memandang dakwah kita berdasarkan nilai diri kita dan nilai itu terletak pada banyak mana kita contribute kan kepada masyarakat dan disinilah dakwah itu akan berkembang.

Kita juga harus ingat bahawa tanpa masyarakat, nilai kerja kita hanya sifar dan apa yang kita pelajari dari tarbiyah tidak dapat kita praktikan dan menjadi sia sia dan disinilah kita kena haru s memandang masyarakat sebagai aset syurga dan pahala kita. Merekalah muara tempat kita mengorientasikan seluruh kerja kerja dakwah kita sehingga nilai dakwah kita kepada mereka terletak sejauhmana kita memberi menfaat kepada mereka dimana nilai hidup kita disisi Allah ditentukan pada apa yang dipersaksikan atas rahmat yang kita berikan kepada mereka.

…dalam berziarah dan diziarahi di hari raya ini juga jangan lupa peranan kita terhadap dakwah ini harus berjalan ….banyak yang bersalam sekalipun bukan mahram berlaku! Apa peranan kita? Lihat? Atau tegur ? …

Wallahuaklam

Muharrikdaie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: