dengan Asma’ mu Tuhanku


Cita cita kita telah pergi  jauh! Teramat jauh! meninggalkan kita dalam lamunan cita cita dakwah kita. Tika sempat  dia meninggalkan pesan dan amaran dengan api kemarahan. Memberi kata dua. Hingga membuatkan aku tiada pilihan. Hingga membuat jiwaku semakin sakit yang ku harap menemukan penyembuhan pada diriku sendiri.

Dakwah dan cita cita dijalan dakwah ini akhirnya banyak memberikan aku tarbiyah! Tentang kata kata dan perbuatan. Tentang kesetiaan dan persahabatan. Tentang janji dan kepastian. Cita cita dijalan dakwah ini telah membawaku pada hasrat yang tersembunyikan, pada duka yang kita simpan atau pada lara yang terpaksa dibungkam.

Hanya kerana disebabkan sebiji batu yang kecil dan sehelai daun kering. Cintanya yang mulanya deras kini mengalir lesu menuju kekontangan.

Hingga mengunci bicaraku dan menyepikan aku  dari cita cita hanzalah dan ku harap dengan asma’Nya dan pertolonganNya itu bisa aku mendapatkan tangga untuk menaiki ketepian gunung itu walau aku harus melewati jalan mendaki yang licin untuk menghadirkan diriku kembali dalam ketegaran dan kebaikan.

Jiwaku yang pernah mendambakan sebuah rumah yang diisi oleh rahmatNya dengan zikir zikirku bersama bunga harum itu untuk meneruskan perjalanan yang jauh ini, kini harus kubuang jauh jauh kerana untuk menemukan bunga harum yang kekal keharuman cita cita bersama hanyalah berupa prasangka.

Bunga yang lihat kembang mewangi yang dibaja  tarbiyah itu rupanya hanya berupa lukisan dan tulisan yang hanya indah dilihat dan dibaca bukan untuk dicerna menjadi natijah cita cita bersama yang didambakan. Dan kuharap menjadi peringatanku untuk tidak berharap pada keharuman yang belum tentu aku dapat menghidunya.

Cinta yang datang diam diam memelukku, akhirnya kutepiskan dari sisiku untuk kembali meyadari bahawa kehadirannya akan kembali mengorek luka yang akhirnya memaksa ku untuk melepaskannya, menyadarkan ku bahawa dia adalah pemilikNya. Lalu cinta dan dakwah itu  mengajariku. Ada derita dalam lara. Ada duka dalam kecewa. mengajakku menyembunyikan semua. Dan berharap orang lain tidak mengenalinya.

Harapan yang telah memerosokan hidup ku dalam pencarian panjang ini, kuharap menjadi lubang cahaya yang menyinari sekelilingku.

Cita cita yang telah mengukir sebuah duka kini telah melahirkan diriku yang  sesungguhnya. Menghiasi hidup dengan kemerdekaan dan kesucian, ketercerahan dan keanggunan.

Cita cita yang sama sama kita cari dan temukan dijalan dakwah ini, kini telah memberi ku pelajaran bahawa tidak ada sesuatu yang dilalaikan dari keberadaan jiwaku selain tetap menjaga harum wanginya menyirami sentiasa dengan kesejukan.

Cita cita insan dakwah seperti kita ini yang dulu kufahami sebagai sebuah kehadiran syurga yang akan kita bina, rupanya berubah menjadi kesia siaan mengandungi hikmah untuk aku kembali merapatkan hidup dengan keindahan semesta kepunyaanNya.

Kepunyaan Yang Maha Esa.

2 responses to “dengan Asma’ mu Tuhanku

  1. Fadhilatul Muharram August 7, 2009 at 9:48 am

    tetap semangat akhie. semoga tergapai… justru keindahan datang ketika jalan berat dirasa.

    soal artikel antum, sudah saya posting di blog baru saya. namun saya belum bisa publikasikan ke publik saat ini. ada saatnya. tunggu 3 minggu lagi.🙂

    trims banyak sudah membantu.🙂

  2. jalandakwahbersama August 6, 2009 at 2:08 am

    Assalamu’alaikum,
    Alhamdulillah, blognya sudah saya link, semoga silaturahim kita selalu terjalin baik.
    (Dewi Yana)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: