Apakah esok itu untuk kita?


adakah esok untuk kita

Jangan tunggu hari esok. Hari ini adalah hari kita. Kesempatan ini adalah milik kita. kita tidak tahu apa akan jadi sebentar lagi. Mati? Atau kita dilalaikan dengan dunia yang sentiasa memunculkan nikmat nikmat yang kita tak jangka sehingga kita diracun oleh syaitan untuk mengikutinya.

Teruskan akhi.

Teruskan ukhti.

Tiada masa rehat untuk kita. Rehat kita adalah kita berada dinuansa amal. Rehat kita adalah menyeru manusia.

Rehat kita adalah solat.

Rehat kita adalah tilawatul quran.

Rehat kita adalah bersama Almathurat.

Rehat kita adalah bersama komputer didepan kita menulis tazkirah dan peringatan kepada manusia.

Dan sesungguhnya tempat Rehat dan Rawat yang terbesar bagi kita adalah keberadaan dalam Jamaah ini. Jamaah Islam. Jamaah Dakwah dan Tarbiyah.

Tidak kira apa jenamanya asalkan kita berada dalam suasana Jamaah yang seperti jamaah Rasullulah SAW.

Jamaah menyuruh kita intima’.

Maka mari kita berintima’.

Bukan semua manusia Boleh berintima’ kecuali bagi mereka yang benar benar menyerah diri untuk ditarbiyah.

Intima’ kepada islam dan jamaah bukan bermakna ingin mengungkung kita.

Mengikat kita.

Sehingga kita rasa kita tidak merdeka. Tetapi adalah untuk merawat kita. Menjaga kita dari terkena virus virus yang merbahaya. Menjaga kita dari hasutan nafsu dan syaitan yang sentiasa menyerang kita bertubi tubi. Dalam terang dan dalam kegelapan.

Ingat! Akhi Ukhti.

Kita telah banyak berhutang kepada dakwah dan orang yang melakukan dakwah sebelum ini. Tanpa mereka, kita tak kan dapat kenal islam yang syumul. Kita tak kan kenal usrah. Kita tak kan kenal Jamaah yang kita berada sekarang. Kita tak kan kenal betapa wajibnya kita melaksanakan dakwah.

Kita masih belum merdeka lagi dalam hidup ini sebelum menjelaskan hutang piutang yang banyak ini. Kita bukan hanya menerima ” Lafzhah” sepatah dua patah tetapi kita menerima Islam dari murabbi terdahulu dari pengorbanan mereka.

Bertahun tahun.

Diatas susah payah mereka mendidik kita. tarbiyah kita.

Terkadang hancur hati mereka dengan sikap acuh tak acuh kita dibawah tarbiyah mereka. Mereka bersabar. Berdoa untuk kita. Sehingga kini kita jadi hamba yang berilmu dan berguna kepada deen ini berkat kesabaran mereka terhadap kita.

Apakah selepas ini kita diam. Dan beramal sendiri sendiri.

Infardhi.

Betulkah tindakan kita?

Puaskah hati kita? Dengan sikap mensolehkan diri kita sahaja.

Selamatkah kita?

Apakah hutang piutang kita selesai dihadapan Rabbul Jalil nanti?

Memang sepantasnya dan tanpa ragu ragu, jawapannya adalah tidak!

Kita harus memberikan contribution kepada dakwah ini sebagai bukti dan wujudnya intima’ kita kepada Islam.

Misi dakwah dibebankan kepada kita pula! Kita harus memikulnya dengan sesungguh hati tanpa berbelah bagi sebagai satu masuliyah.

Cerminan Alfahmu ( Kefahaman ) kita terhadap deen ini dan kepada gerakan dakwah ini adalah apabila kita mantapkan diri kita dengan kerja kerja dakwah yang tiada ujung ini.

Berubahlah. Berfikrahlah dengan fikrah sebenarnya. Mungkin kita tidak sama dengan Sabiqunnal Awwalun dari generasi saf awwal tapi kita harus bersyukur kerana kita menjejaki mereka.

Mari kita menyegerakan amal.

Bersegeralah melakukan amal amal soleh sebab fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, petangnya menjadi kafir. Dan seseorang yang petangnya kafir, paginya menjadi mukmin. Dia menjual agama dengan harga dunia. ~ HR Muslim

Ikhwah Akhwat Fillah

Kemuliaan darjat kita disisi Allah disebabkan oleh kesungguhan kita merespon seruan kebajikan dan mengamalkannya tanpa banyak persoalan dan alasan.

Orang tua akan senang jika menyuruh anaknya mengerjakan sesuatu lalu dikerjakannya. Sebaliknya ia akan marah jika sianak menunda nunda mengerjakannya.

Demikian pula Allah. Seruan kebajikan dikumandangkan untuk segera diamalkan.

Asset waktu kita hanya sesaat ini  ya akhi ukhti!

Milikilah saat ini.

Apa akan terjadi esok ?

Kita tidak tahu.

Kelmarin bukan milik kita lagi.

Segala kebaikan dan keburukan semalam tidak bisa kita ulang lagi.

Menjadi kenangan.

Jika baik. Bersyukurlah.

Buruk! Bertaubat dan perbaikilah!

Masih beruntung kalau kita bersyukur hari ini bukan penyesalan yang tidak ada artinya!

Esok adalah ghaib.

Kita tidak tahu. Hanya Allah yang tahu.

Kita tidak tahu apakah esok hari masih bisa menghirup udara pagi?

Muharrikdaie
2.00 ptg Kuala Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: