Ternyata kita masih disini


85556887Ternyata kita masih disini. Diruangan blog ini. Teruskan membaca tulisan tulisan aku. Sekali pun naif dan daif. Inilah ruang dakwah ku. Suka tak suka. Inilah kalam tintaku. Ikhlas ke tak ikhlas. Aku pun tak tahu. Yang aku tahu, aku akan terus menulis untuk kamu semua. Ambillah menfaat dari tulisan ku ini. Dan jangan lupa, aku amat mendambakan doa kamu semua, agar Allah istiqamahkan aku dengan perjuangan Islam hingga akhir kehidupan ini. Aku amat menghargai kehadiran kamu semua diblog  ini. Mengindahkan malam malamku. Jujur ku katakan. Saban malam aku sentiasa menanti kujungan kamu. Walau tidak dapat berkata. Kamu semua amat dekat dihati ku. Dekat sebagai seorang sahabat yang terjalin ukuhuwah nya. Itulah indahnya jiwa. Tinta tinta juga boleh menghubungkan cinta.

Aku selalu terfikir alangkah indahnya dapat bertemu kamu semua. Aku ingin kumpulkan kalian semua bersama sama aku. Dirumah Allah yang penuh barakah. Aku ingin memperkenalkan diriku dan berceramah serta bercerita pada kalian semua akan indah nya fikrah dan ukuhuwah kita. Indah nya Jamaah. Indahnya Cinta pada Allah. Indahnya kita dalam satu perjuangan membina Daulah. Membina kembali Kesultanan Khilafah. Aku terfikir jika dapat bersama kalian, kita kobarkan semangat kita semua  dengan satu wadah dan kita terus bergerak sekalipun mengalirkan darah ….

Bermabit dirumah Allah itu, kita programkan zikir zikir disamping matsurah. Kita gemakan kekuatan Allah. Dengan ruh ubudiyah kita. Kita berqiyamulail mengalunkan, suratul anfal, suratul taubah, suratul insan agar jiwa kita mengapai kehalusannya, mengisafi masuliyah kita. Kita sirami malam itu dengan airmata airmata kita agar menjadi mutiara didasar hati dan kita ikatkan dengan ruh jihad yang sentiasa bergetar dalam sanubari kita. Indahnya alam dan jiwa ini kira dapat kumpulkan kamu semua, ikhwah akhawat yang amat dekat dihatiku.

Ternyata kita masih disini …menemani malam ini tanpa teman yang bernyawa

Telah ku katakan, teman baik ku adalah rakib dan atiq. Dua malaikat yang tidak pernah berpisah dari ku. Dimana pun aku, disitulah mereka. Wajib sunat makruh haram harus adalah guidelinenya untuk mereka menulis tentang ku. Ku tahu mereka serius dan tidak pernah senyum dan tangis seperti ku. Itulah mereka. Sifat dan ketundukan mereka atas arahan Allah. Terkadang aku pun terkejut, terasa, sekali sekala ada seorang lagi malaikat menziarahi ku. Malakatul maut. Datang dan pergi, datang dan pergi. Entah bila dia akan bersimpuh dihujung kaki ku untuk tugas terakhirnya pada ku,  aku tak tahu. Aku mohon dengan kehendakNya, kiranya ziarah terakhirnya pada ku biarlah aku dalam keadaan berjihad dijalan Allah, berusrah, berhalaqah atau sekurang kurangnya sedang sujud menyembahNya … Biarlah. Itu urusan Allah.

Aku tak berapa kisah sangat tentang mati. Atau khuatir bila pun datang nya. Kerana diluar kekuasaanku. Aku telah buat sedayanya dengan hidup ini. Aku telah kerahkan segala tubuh badanku dan seluruh kemampuan ku untuk menjadi hamba. Untuk menjadi soleh walau terkadang banyak kelemahan yang tidak dapat aku kesan. Segala kealpaan lalu, kekeliruan lalu, kemaksiatan lalu, dosa dosa lalu telah kusesali dalam dalamnya. Itu semua telah kupasrahkan kepada Allah. Rabbku. Cinta awal akhirku. Aku rela menerima semua balasan kerana Allah itu Maha Adil dan Dia Maha Mengetahui dimana untuk meletakkan aku.

Apa apa pun. Ternyata kita masih disini. Didunia ini. Hidup dan belum mati. Mungkin ada duka antara kita. Yang sakit. Yang dicuba. Putus cinta atau teruji dengan bencana. Tapi ketahuilah, keseluruhan hidup kita adalah kurnia. Ditubuh kita ada banyak kesan tanda cinta Nya. mata telinga dan seluruh anggota. Disekeliling kita banyak lambang kasihNya. Kasih sayang yang tidak ada taranya. Ada mutarabbi kita. Ada rakan baik kita. Bagi keluarga yang berada, ada ibu ayah  dari jauh beribu batu menziarahi kita yang menyayangi kita. bertingkah manis. Terkadang mengemaskan. Terkadang menyita banyak perhatian dan kelelahan kita. Ada udara yang kita hirup dengan percuma. Ada matahari yang bersinar terang. Ada hujan yang setia membasahi bumi.

Oh! Alangkah luas kasih sayang Allah! Lantas Allah mengarahkan kita memuhasabah diri;

Dan jika kamu menghitung hitung nikmat Allah, nyata kamu tidak dapat menghitung jumlahnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang  ~ QS AnNahl :18

Tapi lebih dari itu. Ada cinta dan kasih sayang yang didambakan manusia. Ampunan Allah. Ya Ampunan Allah. Atas hamba hambaNya. Allah sayangkan kita sehingga Rasul mengambarkannya

Sungguh Allah berbahagia dengan taubat hambaNya ibarat seseorang yang hilang haiwan kenderaanya didaerah yang tidak bertuan. Haiwan beserta makanan, minuman dan segala bekalnya telah hilang. Orang itu putus asa untuk menemukannya. Dia datang kepada satu pohon dan tertidur dibawahnya. Tapi tiba tiba ketika bangun, haiwan yang hilang itu ada disisinya. Dia pun memegang tali kekang haiwan itu dan kerana terlalu gembirannya hingga ia salah ucap ~ Ya Allah engkau hambaku sedang aku Tuhanmu ~ Bukhari

Kita tentu tidak sedang menyamakan bahagia manusiawi kita dengan bahagia Allah. Kerana dilarang. Apa yang pasti ialah orang yang bertaubat kepada Allah dari lumpur dosa kezaliman, sama seperti orang yang bebas diri dari tawanan syaitan dan nafsu dan kembali kejalan yang benar!

Duhai sahabat dan sohibah ku

Kita semua pasti senang dan suka kiranya disayang dan dicintai Allah. Itu bukan pilihan sukarela, mahu atau tidak mahu. Tetapi kita memang perlu kasih sayang itu. Maka kita jangan halangi turunnya cinta dan kasih sayangNya. Kita sudah terlalu banyak melakukan kesalahan. Mari! Kita kembali pada Allah. ucapkan istighfar. Mohon maaf dan ampunan. Mintalah orang lain untuk mendoakkan kita seperti aku meminta kalian mendoakan aku. Agar Allah mengampuni dosa kita. Lebih lebih lagi pada orang yang tidak banyak dosanya dari kita kerana itu lebih afdhal. Amirul mukminin Umar yang terkenal dengan kekuatan dan ketegasannya dalam menjauhi larangan Allah juga sering meminta anak anak kecil  mendoakannya agar Allah ampunkan dosanya kerana kata Umar ” Kalian belum mengenal dosa! Insyaalah makmul doa kalian untuk ku

Ternyata kita masih disini ..

walau diujung kalam ini. Sama sama kita susuri hidup ini agar jalan kita disinar terang. Selagi kita diberi waktu ….

Muharrikdaie

12.30mlm Kuala Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: