Igauan sebelum tidur


IGAUAN

Aku mencari jiwanya, ketika tiba tiba ia terlepas dari wajah senja menuju kegelapan. Jiwa itu benar benar serupa jiwaku. Menyintai Dakwah dan perjuangan. Begitulah bisikan dan usikan email kawan kawan. Namun jiwanya yang belum pernah aku sentuhi dan jumpai. Sehingga tidak perlu ku sebut kebaikan yang ada pada jiwanya juga hidup didalam jiwaku. mungkin secara kebetulan sahaja orang melihat jiwanya serupa jiwaku. Selebihnya, aku tak lain hanya manusia biasa yang hanya pandai berkata berbeda dengan jiwanya penuh iman dan takwa yang melimpah ruah. Jiwa ku hanyalah gerimis yang tidak mungkin  dapat ditadah dan terhenti diawangan.

Dan pengalaman jiwaku yang seperti itu, sungguh sangat jauh kalau dibandingkan dengan jiwanya yang suci yang senantiasa mengadapkan hidupnya dalam lembah dakwah dan pengabdian yang sungguh berat yang mana tidak langsung terlintas walau dalam kelibat igauan ku.

Jiwaku yang pernah berharap pada sepotong jiwa yang dijemput oleh jiwanya akhirnya ku tertawakan dan mungkin ditertawakan oleh jiwanya jua, setelah aku tak menemukan apa apa pada dirinya selain harapan yang bisu dan tuli.

Jiwaku yang sekarang mencari sebuah jiwa, akhirnya kembali ku ketawakan dan membuat ku bertanya, adakah jiwaku bersarang kebaikan dan kesucian yang mentahkik kan aku untuk boleh berharap bersama jiwanya untuk mengisi hidup dengan penuh cinta.

Jiwaku, yang telah terjebak dalam cinta, namun aku rasakan aku terlalu malu untuk mengadukan pada Nya. Pada Rabbku. Dan akhirnya aku diam membisu. Ku kunci semua pancaindera dan hati serta jiwa untuk mengelakan kekecewaan yang datang bagai peluru machine gun. Dan aku tahu. Lewat hari demi hari, lewat menjangkau ketuaan ini, aku boleh mengendalikan jiwa dan harapanku sekali pun dia tak mungkin akan hadir dalam hidupku selamanya.

Jiwa ku mula belajar dan bertatih menyedari keindahan adalah Tuhan dan bukan cinta yang melalut datang tanpa pertimbangan.

Jiwa ku terus melayang. Bermain dalam igauan sebelum tidurku dengan mitos pari pari yang bersayap yang melupakan sekejap wajah jiwa yang berkaca mata itu sementara melelapkan mata untuk bertemu mimpi indah bersama bidadari syuhada’ yang pasti …dan terus menerus menolak aku dalam mimpi itu supaya aku terus berjalan dijalan dakwah dan jihad dan kulihat mereka berdoa agar aku mati dijalan ini agar cepat menemui mereka untuk menikmati cinta yang pasti …

Sekadar igauan

Muharrikdaie

2 responses to “Igauan sebelum tidur

  1. hanisaleeya March 10, 2010 at 2:56 pm

    SalaAm..

    Pingin berdiri tegak tegap di atas laluan dakwah, tapi caranya belum kutemukan.

    Mengharapkan “sang pembimbing”ku nanti adalah seorang daie…
    Yang dengan rela hati menyerahkan zaujahnya untuk berjalan seiringan dengannya di atas ikrar La ilaha illallah Muhammadur rasulullah..
    Tanpa kesal dan tanpa ragu..
    Meneguk ragam dakwah..
    Bercinta dengan dakwah dan tarbiyah..
    Demi menggenggam secebis redha..

  2. Fadhilatul Muharram June 12, 2009 at 9:24 am

    kunjungan rutin pak cik…
    sudah tau soal berita muslim thailand yg ditembaki saat sholat isya? sialahkan klik http://dhila13.wordpress.com/2009/06/11/kemarin-mereka-ditembaki-saat-sholat/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: