Membaca email lama


emai lama

Membaca email lama banyak membuka cerita. Menguntum senyum. Mengembali duka. Berombak rasa.

Disitu kita rasa tercapai cita. Menerangi redup yang telah lama.

Anggunnya email lama dengan kata kata yang tak boleh dilupa. Memberi. Menerima. Mencuit dua rasa.

Di email itu banjir kasih menderas. Tidak dapat ditahan. Tika dihempap takdir. Dia membeku. Diam dan kaku.

Email lama banyak erti. Gambaran wajah wajah. Dan meninggalkan goresan dan sentuhan. Juga keindahan pada sorot mata tulisan yang meyakinkan.

Awalnya keindahan. Dan akhirnya mencarik kan perasaan.

Email lama ada luka. Ada ego yang makin mengeras. Dan ego itu mengorbankan jiwa jiwa. Mengorbankan cita cita. Mengorbankan sebuah rumah yang telah dilakar dengan citra warna dikanvas Ilahi. Cita cita yang sama dimiliki. Kenapa begini?

Ingin dipadam email lama itu. Tapi disitu jiwa terpahat. Disitu bertemu jiwa jiwa yang mendambakan. Email lama banyak menyatukan perjuangan. Banyak membuahkan amal. Banyak membakar semangat. Banyak mencantum harapan.

Email lama hanya sejarah. Rindu mengelus rindu. Semakin jauh beribu batu …

Membaca email lama. Amat terasa. Ruh kita masih berbicara. Apakah boleh kita mulakan semula?

Mula mencari sebiji mutiara yang hilang didasar hati.

Membaca email lama mengajar menuntun doa.

Doa menjadi manusia akhirat. Akhirat yang pasti. Supaya dapat memburu apa yang dihajati.

Membaca email lama buat diri terasa ingin berhenti. Melekangkan cinta yang telah terpatri.

Terbang dan pergi …

muharrikdaie ~ menulis untuk mengerakkan jiwa jiwa jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: