Cinta menuju pusara


kubur

Cinta yang ku fahami sebagai bahasa dakwah dan seni kelembutan hati mengantarkan aku kepusara derita. Mungkin untuk menguji jiwa dan perasaanku ketika kurasa longlainya kaki untuk aku bangun memaut sisa hidup yang semakin mengecil. Cinta yang tak pernah ku ucapkan dan tersimpan dibekas hati untuk dia itu kini memimpin tanganku dan menarik kepada lara dunia yang harus aku berdepan dengan qalbu yang membangkai dan aku terus menemukan keluhan dan umpatan atas hidup yang demikian …

Tidak  pernah ku khayalkan cinta  mendatangiku tanpa dijemput, mengajakku untuk menemui kenyataan dari mimpi mimpi lalu walau pun mimpi itu tidak menjanjikan kepastian namun ia terus memanjatkan gelora harapan dan menjadi sebati dalam jiwaku. Cinta memelukku dalam diam dan menjadi teman setia untuk ku nikmati keberadaanya dan menambah keyakinanku untuk terus bersamanya.

Kiranya Rabiahtul Adawiyah melihat ku dalam keadaan begini, pasti ia tersenyum sinis kerana cintanya tidak terikat dan ia meyatimkan dirinya untuk cinta itu. Rabiahtul Adawiyah bertekad tidak meminta sesuatu yang terikat. Tidak pula meminta suami anak dan harta dan  hanya mengharapkan wajah Allah. Dan andainya aku hidup dizamannya, akan ku hirup cinta itu dengan tegukan yang rakus agar dapat kusatukan diri ini dengan makrifat yang mengzauk kan nikmat cinta itu.

Kiranya Ibrahim Idham melihatku begini. Akan dinasihatinya agar aku meninggalkan serakah dunia agar meuju tajjali illahi.

Namun aku bukan buta dalam mengejari cinta. Tidak macam Aristoleles mengajari cinta, menyukai apa yang dikerjakan tanpa berhukum dengan hukum illahi.

Aku tidak bernafaz dizaman adawiyah mau pun dizaman Ibrahim idham yang penuh kemewahan Islam lantas beruzlah menuju cinta Allah.

Aku hidup dizaman dakwah kerdil ditengah jahilliyah dan tersungkur dibawah bumbungnya dan aku ingin bangun kembali bersama cinta dan dakwah yang ingin ku bina sebuah pondok dan hidup dalam qanaah

Doaku terhadap cinta tidaklah panjang lebar hanya kumohonkan disirami cahaya illahi. Aku tidak meminta bulan purnama melingkari dikepala memancarkan sinar nirwananya.

Yang ku nanti adalah satu bintang yang bekelubung. Yang tidak mengenal erti lelah. Jiwa yang bagai bukit tursina yang boleh menghempap jahiliyah yang membekas. Bintang yang berkelubung yang bertukar menjadi serikandi cintaku yang mempiatukan diri dari kemewahan yang ada. Bukan aku ingin menyiksa kerana kemewahan itu adalah roh kotor yang menjauhi tuhan yang akan menghilangkan cahaya illahi meneladani nabi. Perjuangan  dan Dakwah banyak ujikaji dan aku tidak mahu seperti Adam yang tenggelam dengan buah kuldi dek Hawa yang amat disayangi sehingga syaitan bebas masuk sesuka hati.

Aku ternampak bintang berkelubung yang lembut muncul dari langit terdekat dalam rukyahnya belum terlihat keyakinannya kepadaku untuk meniti perjuangan. Dia teraba raba dalam kegelapan ibarat dibenamkan didalam laut yang dalam. Diatasnya ditutupi gelombang dan diatasnya lagi ditutupi awan hitam sehingga tangan terangkat tidak kelihatan. Ia bisu untuk menghantar kepastian.

Jiwaku kini terjerat antara jiwanya dialam yang tiada manusia mengerti kerana terpisah hukum illahi. Kami bercerita melalui ruhi. Jiwaku yang telah terjebak dengan cinta namun aku merasa malu untuk mengadu padaNya. Akhirnya aku diam membisu tanpa kata dan suara untuk ku menatanya. Namun ku cuba kembali menata hati lewat kesunyian yang mungkin boleh mengendalikan harapanku akan kehadirannya atau aku kembali kepada asalku keseorangan diatas titik kosong itu.

Baru ku tahu keindahan adalah Tuhan dan keburukan itu aku yang akhirnya mengajak ku untuk kembali menyedari, aku pun tak punya kuasa terhadap diriku sendiri.

Dan diatas semak itu dan taburan bunga kemboja yang luruh itu cintaku terpaksa berjalan menuju pusaranya ……

Muharrikdaie

12.40mlm Kuala Lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: