Disini cuma seketika …


cuma seketika

Kemahuan kita memang kita mahukan keindahan sesuai dengan fitrah manusia seperti kita mahu berlama disini namun keadaan tertentu kita tak berdaya dan tidak mengizinkan dan kita perlu akur bahawa kita disini cuma seketika ….

Terkadang dalam kehidupan kita yang penuh kedaifan ini kita ditawarkan dengan sesuatu yang mahal dan berkualiti dan kita amat teringin untuk memilikinya namun terkadang kita lupa akan diri kita bahawa sebenarnya kita tidak layak dan  tidak mampu untuk memilikinya apalagi jika harganya terlalu lalu mahal hingga kita tidak daya untuk membayar nilainya. Dan jangan sampai kita menjual harga diri semata mata untuk memenuhi cita cita yang belum tentu terpenuhi. Kita kena lupakan dan membeli yang lain yang selayaknya dengan kemampuan kita walaupun kita amat mendambakannya. Kita juga perlu bersabar bukan sahaja untuk menanti sesuatu tapi bersabar dalam membuat keputusan yang akan melukakan diri.

Itulah dia, jika kita terlupakan Allah sekali pun cita cita itu cantik dan indah dan menepati syarak tidak akan sempurna jika kita tinggalkan Allah. Jika kita selalu bersama Allah menghadirkan nya saat berfikir, membuat keputusan dan berkarya maka nescaya Dia menyertai kita dengan bimbingannya, lindunganNya, pertolonganNya, rahmatNya dan ampunanNya saat kita salah untuk buat pemilihan warna kehidupan kita.

Terkadang kita banyak membuang masa menentukan arah tuju kehidupan kita. Kita banyak bergantung pada pendapat manusia dari pandangan Allah sendiri. Kita menjadi orang yang tidak tentu arah dalam membina prinsip dan jati diri. Kita menghukum dengan nostalgia lalu kepada orang yang tidak berbuat salah kepada kita. Kita terlalu berhati hati walau berhati hati itu dituntut namun menjadi sesuatu yang negatif sehingga kita takut untuk menghadapi cabaran untuk lebih menguatkan kita. Kita hilang sifat syajaah dan hilang sifat tawakkal dan hati kita bertambah kecil berbanding cita cita besar kita dan digantikan dalam diri kita sifat sifat mazmumah yang melemahkan …

Ma’iyyah ( kesertaan ) Allah menuntut kita membuat apa apa saja keputusan bersamaNya sekalipun keputusan itu pahit dan bercanggah dengan naluri dan kehendak kita.

Sesudah itu kita bertawakkal kepada Allah dan menyerahkan kepadaNya untuk menentukan saat dan bentuk hasil dalam usaha dan cita cita kita sebab Allah taala beserta orang orang yang sabar. Dia bersama sama orang yang membuat ihsan. Dan mencintai orang orang yang bertawakkal padaNya ….

Allahu Akbar. walillahil hamd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: