Apabila mata berhenti menanggis


henti-menanggis1Terkejut semasa diofis pagi tadi. Menerima puisi dari seorang kawan. Mengingatkan tentang kebesaran Allah. Tentang takdir. Tentang janjinya. Begitulah cantik dan indah bahasa. Namun puisi itu hilang dalam pandangan mata kedua kali bila kita ingin menjenguknya. Begitulah takdirnya. Itulah hakikat yang terkadang kita harus menerima dengan hati yang terbuka. Datangnya bahagia sepantas kilat dan hilangnya juga tidak mampu dihalang …

Kehilangan bukan sesuatu yang asing dalam kehidupan ini. Ia sesuatu yang menyakitkan. Menghibakan jiwa dan meninggalkan banyak kenangan yang sukar dipadamkan dalam naluri manusia. Tiada yang lain,kesabaranlah ubatnya!

Ada banyak yang pelik dan terbaliknya hidup ini. Dimana kita lebih bisa meraba kesulitan dari meraba kemudahan. Kesilapan kita adalah kita selalu melihat hidup ini dari sudut penderitaan, masaalah beban jiwa yang berat, cita cita yang tak kesampaian dan kehilangan yang tidak kembali lantas kita curah dan tuangkan airmata sebanyak banyaknya untuk memprotes kesengsaraan itu. Tapi jarang kita menoleh kebelakang melihat kesenangan, kelapangan, kemudahan yang lebih banyak kita terima dari penderitaan.

Renungkan kembali! apakah tiadak pernah Allah berikan kita kesenangan? Bandingkan dengan kesulitan yang kita hadapi sekarang? Nilailah! Baru kita tersedar dan ternyata kemudahan keluasan dan kesenangan berlipat kali ganda dengan hanya kesusahan yang sedikit yang Allah ujikan.

Kesulitan sebenarnya tidak berdiri dengan sendiri, kerana Allah berfirman

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. sesungguhanya bersama kesulitan ada kemudahan

Al~ insyirah 5-6

Bersyukurlah kita tanpa putus dengan apa yang ada. semua yang kita alami semuanya dibawah naungan Allah. Naungan CintaNya. semuanya. Seluruhnya.

Putaran hidup duat juga begitu! seperti manusia lain. Bezanya hidup mereka amat sempit sekali. Mereka terikat dengan hukum dan akhlaq. Memang Dunia ini penjara bagi orang mukmin. Penjara bagi duat. Penjara yang tiada palang besi. Hanya penjara jiwa dan hati. Penjara yang menghalang duat dari bergerak bebas sebebasnya mengikut kemahuannya. Itulah duat. Da’i yang bergerak mengikut manzilah sunnah dan arahanNya. Tiada kebebasan mutlak ….. inilah bezanya.

Apa lagi yang ada? Hanya  syukur diulang2 dalam hidupnya. Dan sabar adalah penyejuk hatinya.

Kesabaran tak semestinya harus menanti. Kesabaran juga terkadang harus pergi meninggalkan penantian yang tiada ujung. Memang berat tapi itulah kesabaran yang hakiki untuk mengelakan dari janji yang tak berpenghuni dan satu teori yang tak bertepi. Kerana itu dai selalu menanggis. Matanya adalah syifa’. Selalu mengubat hati yang diruntun ujian.

Semakin tinggi dan menggunung imannya semakin ia diruntun ujian untuk membenarkan kata dan perjuangannya. Muhammad Ahmad Arrasyid berkata

Semakin tinggi nilai sesuatu, semakin mahal pula harganya. Bila ingin mencapai syurga diakhirat, maka seseorang harus berada pada posisi tertinggi didunia

Berbagai jutaan untaian perkataan yang tak tersebutkan. Baginya itulah orkestra yang mengasyikan lantas ia tersenyum dan senyuman yang tidak pernah ada penyesalan sedangkan hati bergelut dengan tikaman yang menyakitkan.

Dai bukan saja harus menjelajah erti kesabaran yang sebenar tapi  menjadikan kesyukuran sebagai mainan hidupnya untuk mencapai nilai tertinggi perjuangannya  memiliki keinginan bersama saff yang menyerukan islam dan hidayah disaat manusia lain bertenang tenang menikmati kelazatan dunia.

Aku teruja menatapi apa yang dikatakan oleh Mustafa AsSiba’i

Kunjungilah penjara sehari dalam hidupmu agar engkau tahu apa kenikmatan yang Allah berikan kepadamu berupa kebebasan. Kunjungilah pengadilan satu kali dalam satu tahun agar engkau tahu apa kemurahan Allah padamu kerana engkau memiliki kebaikan akhlak. Kunjungi rumah sakit satu kali dalam sebulan, agar engkau tahu bagaimana kenikmatan Allah padamu yang mempunyai kesihatan. Kunjungi kebun dan pepohonan satu kali dalam seminggu agar engkau tahu apa kenikmatan Allah berikan atas dirimu dari keindahan alam. Kunjungi Tuhanmu setiap waktu agar engkau tahu bagaimana kemurahannya kepadamu kerana telah memberi kamu hidup dengan berbagai kenikmatan yang tidak terhitung

Itulah beberapa perkara yang harus kita renungkan. sesungguhnya apabila mata berhenti menanggis banyak perkara yang boleh kita fikirkan selain emosi yang tiada kesudahan.

Salam ukuhuwwah

3am Malaysia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: