Dakwah ku terbit diufuk cinta


dakwah-ku-terbit

Aku agak kecewa malam ini. Entri yang telah ku siapkan setelah memerah otak selama sejam telah terdelete. Aku istighfar banyak banyak, mungkin ada hikmahnya. Alamat aku tidur lambat lagilah malam ni untuk menyiapkan entri yang baru. Aku pun dah lupakan apa yang aku tulis tadi. bukan senang nak menulis. Kena garapkan segala galanya dan yang paling sukar untuk meletakan bahasa agar cantik dan dapat dihayati dengan baik.Atas permintaan sahabat sahabat dan anak usrah ku terpaksalah aku luangkan masa untuk menulis setiap hari walau pun aku rasa aku tak mampu dan tak terdaya. Sebenarnya aku ingin menulis tentang ilmiah dan artikel artikel dakwah tapi sahabat menyarankan aku buat konsep penceritaan dan pengalaman dakwah ku.

Ada yang bertanya melalui email kenapa aku banyak menulis tentang cinta. Apakah aku memburu cinta? Tidak sama sekali. Aku tidak pernah memburu, mencari atau mendambakan cinta. Ironinya, yang paling mencintai kita, tak semestinya yang paling kita cintai, dan mungkin yang paling kita cintai, membuat hati kita bagai direjam duri.

Aku bukan remaja yang menghambat cinta dan mengemis cinta. Aku dah terlalu dewasa dan tua untuk mengenali cinta dan dah bersama dengan nya. Bagi ku cinta bagai malaikat maut yang sentiasa menziarahi kita saban hari. Menunggu takdir untuk mencabut nyawaku. begitu juga cinta, menziarahi kita saban hari dan menunggu untuk menghancurkan hati jiwa perasaan dan kehidupan ini.

Cinta terkadang menjadi kehancuran yang menimpa kehidupan kita, terkadang menjadi matahari yang menyinari bulan perasaan dan terkadang menjadi kedua duanya secara bersamaan

Jalan cinta para pejuang tidak begitu.

Cinta nya penuh misi. Cintanya berlandas Syariie. Bercintanya membentuk synergy. Cintanya menghubung dengan alam semesta. Mencari hakikat agung dan mendekat pada Allah. Cintanya jujur dan meninggalkan hal hal remeh dalam memenuhi ruhiyahnya. bukan cinta dusta yang hanya berpaut pada perasaan dan dan bersandarkan nafsu dan membiarkan ruh nya lapar dan sangat lapar.

Sebab itu dia mencari srikandi yang sekufu dengan nya untuk membuktikan cintanya pada Pencipta.

Wujudkah Srikandi itu? Biarlah srikandi itu yang menjawabnya ….

Cinta menjadi ujian bagi manusia. Selagi dinamakan manusia selagi itu tidak dapat lari dari cinta manusia.

Namun manusia memerlukan disiplin cinta

Wahai Muhammad ~ hiduplah sesukamu tapi engkau pasti mati. Berbuatlah sekehendakmu tapi engkau akan diminta masuliyahnya. Cintalah siapa pun yang kau dambakan tapi engkau akan berpisah dengannya

~ Jibrail Alaihisalam

Aku kaget apabila terkisah sahabat dengan rasa cinta nya

Ibnu Abbas berkisah ~ seorang wanita yang sangat cantik bersalat dibelakang rasullulah. Demi Allah kata Ibnu Abbas, aku belum pernah melihat wanita secantik itu. wanita itu bersolat disaff depan jamaah wanita. Disebabkan kecantikan wanita itu ada dikalangan sahabat melambat lambatkan datang berjamaah supaya bersolat disaaf  belakang dan dapat melihat wajah wanita itu disaff hadapan jamaah wanita. apabila ruku’ mereka merenganggi tangan agar dapat menjeling wanita tersebut dicelah ketiak mereka.

~ abu Daud, Tarmizi, AnNasaaai, Ibnu Majah

Sehingga turun ayat, Allah menegur mereka dengan santun dan tidak menghardik mereka

Dan sesungguhnya kami telah mengetahui orang orang yang terdahulu dari pada kalian. Dan sungguh kami mengetahui pada orang yang mengakhirkan diri

~ QS AlHijr 15

Inilah sahabat Rasullullah. Inilah mereka generasi terbaik. Mereka juga manusia yang mempunyai kecendrungan fitri yang tak dapat lari dari rasa cinta yang meremaja. Dan teguran itu menghunjam masuk dan membangkitkan kembali rasa malu dengan Allah dan mereka tahu bahawa cinta itu harus wujud di mihrab taat.

Itulah cinta dan rasa cinta. Cinta akan membuktikan segalanya dan membuka segala keaiban dan keangkuhan manusia dan cinta juga adalah ubat bagi keangkuhan kita, penolong kelemahan kita dan pembebas dari ego kita.

Dakwah yang berterusan adalah yang terbit diufuk cinta kerana seorang da’i akan tetap mencintai orang yang melukainya dan puncak kesetiaannya adalah dia melupakan luka yang ditimbulkan oleh orang yang ia cintai. Mad’u dan mutarabbinya.

2 responses to “Dakwah ku terbit diufuk cinta

  1. mutiarabernilai April 20, 2009 at 5:27 pm

    Dakwah yang berterusan adalah yang terbit diufuk cinta kerana seorang da’i akan tetap mencintai orang yang melukainya dan puncak kesetiaannya adalah dia melupakan luka yang ditimbulkan oleh orang yang ia cintai. Mad’u dan mutarabbinya.

    salam..
    syukran..
    amat membekas di hati ana..
    semoga di permudahkan segala urusan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: