Kenapa ada jarak antara kita


jarak-antara-kitaMemang diluar batas kemampuan kita yang manusiawi ini untuk memikirkan kenapa terkadang ada jarak antara kita dengan seseorang! Orang yang selama ini kita doakan untuk datang bertandang dan berkongsi rasa dan perjuangan berlalu meninggalkan harapan yang terkedu persis berlalunya rona pelangi …..

Kuntum kuntum senyum yang kita syukurkan atas kehadiran sepatah dua katanya yang memarakkan cahaya harapan kian jauh membisu dan memenjarakan keinginan untuk terus menanti sesuatu yang tak pasti.

Apakah dunia yang menjarakkan? Atau kebendaan dan kemewahan yang menjarakkan?

Sekali pun berjauhan namun fikrah kita tetap sama.Tugas dan masuliyah yang sama. Rasa dan cita cita dakwah yang tinggi menjulang. Pengorbanan yang tidak mendambakan balasan. Bergerak mengikut manhaj yang benar namun persamaan ini jua belum menjamin kedekatan jarak dan perjalanan yang seiring ….

Kita berjauhan dan terus menjauh meniti hari mendatang dengan menyorokan misteri hati dan misteri cinta dialam misteri yang tidak berkesudahan …

Adakah ini penyelesaian atau…

Cukupkah setakat ini kita berdendang dan kita sama sama terus melupakan segala impian yang pernah dibincangkan …

Walau apa pun natijah dan terjaraknya kita, perjuangan dakwah tidak harus kita tawakufkan dan harus diteruskan sekalipun ada jarak antara kita kerana perjalanan dakwah menanti ujian untuk kita kuak dengan keimanan. Masih ramai yang mendambakan kehadiran kita untuk menikmati keimanan yang dibawa yang dapat melahirkan insan insan warisan dalam perjalanan dakwah yang panjang ini. Banyak kerja, untuk kita bina model manusia agar proses rekonstruksi terus berjalan mengikut manzilahnya sekalipun kita terpaksa mengkafankan kerinduan ini …

Kerja yang tidak kenal erti lelah ini harus kita tanamkan dalam dalam, agar visi dan tasaur hidup kita terus positif dalam membina manusia mengenal tuhannya. Kita harus terus mentarbiyah diri agar kekuatan dalaman ini terus marak dengan semangat yang disusuri kesufian agar hati kita terus lembut dan berseni untuk menghadapi kerenah dakwah yang memerlukan hikmah kelembutan. Kita juga harus sentiasa bermuhasabah dengan diri dan keimanan yang kita anuti agar fikh nya bertambah kuat tertanam dihati.

Waktu waktu yang akan kita lalui juga harus kita terjemah dan kita takwimkkan seertinya supaya menjadi menfaat dan tidak mengalami kerugian kerana waktu adalah hidup itu sendiri.

Sekali pun ada jarak antara kita namun kita akan terus tetap berkongsi kesolihan kerana saling berwasiat itu adalah kebenaran yang telah kita yakini dan amalkan….

Meskipun ada jarak antara kita, kita sama sama harus membangunkan rumah kita sendiri diakhirat walau pada awalnya kita ingin membina dan mendiaminya bersama berkongsi sukma.

Kita sewajarnya terus merencanakan pengembangan diri kita disamping mengembangkan dakwah kita terus terusan agar perkongsian kesolihan dan perkongsian akhirat ini dapat kita semaikan dalam jiwa setiap dari kita agar dapat kita nikmati kerinduan syurga …

Memang mimpi sebenarnya  adalah ruang yang selalu  mendahului kenyataan dan tidak ada satu kenyataan yang terbentuk dalam diri seseorang diluar mimpi mimpinya ..

….dan keinginan itu adalah mimpi dan jarak itu adalah kenyataannya.

Sayang seribu kali sayang ~ tidak bolehkan jarak itu kita dekatkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: