Rintihan hati seorang Da’ie


hatiku2

Ada waktu waktu tika dan saatnya da’i ini lemah. Bukan lemah dek kerna hubungannya terputus dengan Allah atau terpisah mutabaah amalnya atau pun hamasahnya mau pun semangat juangnya, tapi kelemahannya adalah kerana sifatnya sebagai seorang hamba.

Terkadang dia berperang dengan nalurinya. Berperang dengan emosinya. Berperang dengan hati mudanya. Berperang dengan cintanya dan berperang dengan harapan harapan dan janji palsu yang pernah dijanjikan pada hatinya!

Memang hidup da’i sering sedih dan terpilu … menjadi khadam sepanjang hayat. Menjadi objek yang dinikmati. Menjadi penyelesai pelbagai masaalah manusia lantas rela meminggirkan perasaannya, menjauhkan cinta dan melupakan kepentingan dirinya demi agama yang tercinta dan ingin melihat kebahagiaan ummah merajut kecintaan Penciptanya.

Kepiluan hidup sang da’i memang tiada siapa yang peduli. Malah hina dan dina, umpat dan keji, asing dan diasing, dikastakan, disejuk bekukan serta disumbat dipenjara masyarakat, apalah yang diharap untuk mereka bertanya dan menyapa mau pun membantu dan bertanya khabar.

Ada masanya da’i terlantar keseorangan … makan kah, sakit kah, sedihkah berdukakah dia! Hanya Allahlah kekasih,peneman dan pemeliharanya, hanya malaikatlah menulis pahala2 ….hanya ikan ikan dan tumbuh2anlah yang berdoa untuknya.

daiTerkadang da’i teresak sendirian. Meratap. Menghiba.  Dan itulah yang ada. Itulah yang termampu. Itulah yang terdaya dalam menguatkan hubungan cinta dan kebersamaannya dengan Pencipta. Rajuknya pada Allah. Adunya pada Allah. Manjanya dengan Allah dan Allahlah tempat curahan kasihnya. Tempat tautan cintanya. Tempat aliran perasaanya. Kerana da’ie tidak punya pesona ditengah manusia apalagi untuk menagih simpati dan meletakkan kasihnya.

Hidupnya juga penuh kesunyian. Dia bukanlah malaikat. Punya jiwa halus dengan sebuah pengertian. Keinginannya pada sebuah kesucian cinta adalah kepastian. Tapi …siapakah yang mampu hidup dalam kesusahan. Lantas da’i tidak ada pilihan dalam hidupnya sekalipun kerinduannya begitu membara pada sepotong jiwa dimana pernah hadir dalam waktu waktu akhir hidupnya.

Hidupnya untuk melangkah, bergerak dan memberi. Bersyukur apa yang ada. Berjalan selagi terdaya. Berucap selagi upaya. Berdakwah dimana saja. Persinggahannya melepas lelah. Meminum seteguk air. Memamah sekeping roti atau apa yang ada. Hidup yang seadanya.

Sebesar kengerian dan kesulitan dalam mencapai sesuatu, sebesar itulah kesenangan dan kelazatan yang dirasakan

Ibnu Qoyyim

Dunianya amat berbeza. Hidupnya juga berbeza dan perbezaan itulah kemenangan baginya. Royalti abadi bagi dirinya. Investment ukhrawi yang akan mengalir tidak pernah henti dan itulah nikmat yang mengangkat, memberkahi dan menyucikan umurnya.

Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Ia cintai dan orang yang Ia tidak cintai. Tapi Allah tidak memberi nikmat dakwah ( deen ) kecuali pada orang yang Ia cintai. Barangsiapa yang diberi agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah telah mencintainya

HR Ahmad

Buat yang amat ku kasihi …sanggupkah  bersama dijalan ini? Sanggupkan kau satukan hatimu dan hatiku dalam perjuangan ini? Sanggupkah kita berkongsi airmata dalam dakwah ini? Sanggupkah kita lalui kehidupan seterusnya. Mengigit sunnah menyusuri hidup khatijah yang amat kita ingati ….

muharrikdaie- menulis untuk mengerkan jiwa jiwa

6 responses to “Rintihan hati seorang Da’ie

  1. Fadhilatul Muharram May 23, 2009 at 10:32 pm

    allahuakbar!! astaghfirullah…. ketika hati ini tidak sanggup, hanya Allah yang menjadi penolong.

  2. nuur May 23, 2009 at 1:58 pm

    subhanallah ! artikel yang menarik ! terkesan dihati. teruskan menulis…!

  3. hamba Allah April 24, 2009 at 2:55 am

    salam..
    minta izin copy paste entry ni ye..

    jzkllh

  4. Servant April 18, 2009 at 11:08 am

    salam broIS. syukran atas article ini. Sangat mengasani hati saya.. Smg Allah menerima amal kami dan amal kamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: