Kasih ku~walau hanya sekelip mata


Pembaca yang dikasihi … sebelum aku keluar menunaikan taklif dakwah dipetang mulia ini ingin ku pesankan pada kalian betapa pentingnya kekuatan ruhani dan munajat dalam menjalani hidup sebagai seorang muslim.

Bagaimana Rasullulah mengisi ruhaninya dengan munajat pada Allah SWT dengan potongan potongan kata yang merajuk, memohon kasih sayang Allah SWT. Rasul yang maksum ini pun terus meminta dan terus meminta agar Allah tidak membiarkan dirinya keseorangan dan sendirian menjalani hidup ini. Betapa kuatnya permintaan Rasullulah agar Allah tidak akan membiarkan dirinya hanyut terbawa oleh keinginan nafsu sekali pun hanya,

” Tharfata ‘ain”  ~ sekelip mata.sekelip-mata

Ya Allah rahmatmu lah yang aku harapkan. Maka janganlah engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri, walau sekelipmata pun. Perbaikilah semua keadaanku. Tidak ada tuhan selain engkau

~ HR Abu Daud

Sekelip mata ~ memang sekelip mata tidak boleh sedikit pun kita tersadung dan tergelincir dalam kedurhakaan. Tidak boleh sedetik pun jatuh pada kemurkaanNya. Tidak boleh sejenak pun terbawa dalam arus kemaksiatan. Memang tidak dapat dielakan dengan sifat kemanusiaan ini. Lantas disinilah menghibanya sifat kehambaan kita untuk  memohon bantuan Allah seperti terungkapnya bait bait doa ArRasul

Ya muqallibal qulub, thabbit qalbi ‘ala dinnik

Wahai yang membolak balik kan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMu

~ HR Abu Daud

Ketahuilah sahabatku nafsu keburukan itu tidak pernah mati. Setiap kali kita membunuhnya, ia akan muncul kembali dalam bentuk yang lain. Sepertimana yang disebut oleh Ibnu Attaillah dalam kitab AlHikam

Setiap kali nafsu itu mati, maka Allah akan menghidupkan nafsu yang lain hingga ia mati dan pedangmu meneteskan darah mujahadah

Begitulah nafsu yang bergejolak dalam diri kita, merenggek dan terus merenggek untuk dimanja dan dibelai. Boleh saja kita abaikan namun akarnya. Satu saat akan tumbuh dan hidup kembali. Kerna itu ya ikhwah kita memerlukan dua bekal kesabaran

” Shabr badaniy dan shabr nafsaniy”.

Marilah kita habiskan waktu yang kita miliki ini untuk melaksanakan amal amal dakwah dan amal amal solih dan melonjakan potensi diri yang terpendam ini agar ia menjadi mutiara menerjah kebenaran

…….dan aku amat menyayangi kamu semua diatas jalan dakwah ini.

~ muharrikdaie ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: