Da’i yang tidak memiliki hati


Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,

Terbayang dimata dan diminda apa akan jadi seandainya da’i tidak memiliki hati!

Kemungkinan termasuk diri kita sendiri.

Berlindunglah kita dengan Allah.

Terkadang kita terpisah dari kewajipan dan realiti. Antara akal dan hati dan antara ilmu dan amal.

Ada tika waktu kita bertemu dgn mutarabbi memeluknya, menggengam erat tangannya namun hati tidak terasakan.

Beku.

Ada kalanya kita mentaujihnya dengan taujihat yang jitu namun tidak terkesan dihati malah semakin keras membatu.

Adakala kita mengerjakan solah dan berusaha untuk khusyuk dan membaca ayat dengan penuh penghayatan zahir akan tetapi bila kita meraba hati ini kita dapati ia tuli dan bisu.

Kita motivasi jiwa dan akal kita hingga terbit nyalaan nyalaan semangat, bekerja, belajar, berdakwah dan melakukan amal2 soleh dan kita ingin ianya terasa dihati namun sama sekali tidak kita ketemukan.

Tika itu kita tahu bahawa kita tidak memiliki hati.

Tidak memiliki hati yang hidup untuk dikongsikan dengan gerak gerak tubuh kita.

Tubuh dan ruh kita semakin membumi dan menjauhkan kita dengan langit.

Hubungan kita dengan Rabb semakin melemah bahkan terkadang putus sama sekali dan kita semakin menjadi hamba yang terlekat dibumi!

Inilah fenomena hati yang tidak kita jaga.

Gersang dan kering.

Tawar dan pudar.

Hati yang kehilangan nur. Nur yang sepatutnya kita nyalakan dengan merapatkan hubungan dengan Allah dalam keadaan kita sedar.

Mari kita ketuk hati kita kembali.

Bukalah dan bicaralah padanya.

Katakan kita akan menyiraminya kembali dengan haruman haruman asmaNya.

Nasihatilah dia.

Fahamkan keinginannya agar ia tetap bersimpuh dijalan Allah betapa pun keadaannya.

Jangan sekali kali melawan suara hati, menyelewengkan nurani apalagi berdusta dan menipu diri sendiri.

Marilah kita menuju kekuatan hati dengan ilmu dan amal sekali pun sedikit asalkan ianya berterusan  ..

‘ahabbul ‘amal li’illallah ‘adwamuha ‘wa inqalla = Amal yang dkasihi Allah adalah amal yang berterusan seklaipun sedikit

Janji janji dijalan Allah ini harus kita rengkuh. Kita harus menapaki langkah demi langkah untuk untuk memperolehi kekuatan yang Allah janjikan agar kita dapat menuju kasih sayang Allah. Agar lantera kehidupan ini boleh kita genggam. Agar kasih dan sayang yang Dia janjikan boleh mengalir membasahi jiwa ….

muharrikdaie – menulis untuk mengerakan jiwa jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: